Kredit Foto: Pexels/Brett Sayles
Gelombang panas ekstrem melanda wilayah barat Libya dan memicu lonjakan suhu udara hingga menyentuh angka 50 derajat Celsius. Pusat Meteorologi Nasional Libya mencatat suhu tertinggi sepanjang bulan Juli tersebut terjadi di Kota Aziziya, sekitar 40 kilometer barat daya Tripoli.
Data tersebut didapatkan berdasarkan pengukuran termometer maksimum di stasiun pemantauan resmi milik pemerintah setempat.
Selain Aziziya, sebagian besar wilayah di Libya barat juga melaporkan kenaikan suhu udara yang signifikan. Suhu rata-rata di berbagai daerah berada di kisaran 44 hingga 49 derajat Celsius akibat terpaan gelombang massa udara panas (heatwave).
Cuaca ekstrem ini berdampak langsung pada keandalan infrastruktur energi negara. Penggunaan sistem pendingin udara (air conditioner) secara intensif oleh masyarakat memicu lonjakan permintaan listrik secara drastis, sehingga memberi beban berat pada jaringan listrik nasional.
Situasi tersebut memaksa otoritas setempat memberlakukan kebijakan pemadaman listrik terjadwal di sejumlah kota.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: