Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa (28/7/2026).
Ini menjadi pertemuan tatap muka pertama keduanya sejak AS dan Israel meluncurkan operasi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Gedung Putih menggambarkan pertemuan tersebut sebagai “positif dan produktif”. Pertemuan tertutup berlangsung hampir 90 menit dan terutama membahas Iran serta program nuklirnya, menurut pernyataan yang dirilis kedua pemerintah setelah pembicaraan.
"Kedua pertemuan tersebut positif dan produktif!” tulis Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt di media sosial.
Ia juga merujuk pada pertemuan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya di hari yang sama.
Trump dan Netanyahu menegaskan kembali “komitmen tak tergoyahkan mereka untuk memastikan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir”, menurut pernyataan kantor Perdana Menteri Israel.
Menjelang pertemuan, Trump menepis laporan bahwa Netanyahu akan menyampaikan informasi intelijen terbaru soal dugaan aktivitas nuklir Iran di Gunung Pickaxe. Ia mengatakan sudah mengetahui sepenuhnya perkembangan situasi di sana.
“Saya tidak butuh Netanyahu untuk memberi tahu saya (tentang) hal itu,” kata Trump kepada Fox News. “Bibi mengatakan hal itu kepada saya karena dia ingin saya tetap terlibat.”
Pertemuan ini berlangsung saat kedua pemimpin berupaya menyelaraskan pendekatan mereka terhadap Iran, di tengah tekanan politik dalam negeri terkait penanganan konflik tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: