Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bos GOTO Ungkap Strategi Capai Laba Terbesar Sepanjang Sejarah

Bos GOTO Ungkap Strategi Capai Laba Terbesar Sepanjang Sejarah Kredit Foto: GOTO
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk merilis laporan keuangan kuartal II-2026 dengan kembali mencetak laba bersih sebesar Rp252 miliar. GoTo juga mencatat EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni melampaui Rp1 triliun untuk pertama kalinya.

Dalam laporan keuangan yang dirilis pada Rabu (29/7), perusahaan membukukan laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026, melanjutkan capaian laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026.

“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya,” ujar Direktur Utama GoTo Hans Patuwo dalam keterangan resminya, Rabu (29/7).

Pencapaian tersebut ditopang oleh kinerja bisnis teknologi keuangan (fintech) GoPay. EBITDA yang disesuaikan pada lini bisnis ini mencapai Rp481 miliar atau melonjak 447% secara tahunan (year on year/YoY). Dalam satu kuartal terakhir, volume transaksi GoPay mencapai 2,4 miliar transaksi atau meningkat 91% YoY.

Kinerja bisnis fintech pada kuartal II-2026 juga mendorong profitabilitas GoPay melampaui bisnis On-Demand Services (ODS) untuk pertama kalinya.

“Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami,” ungkap Hans.

Di sisi lain, bisnis On-Demand Services yang mencakup layanan GoRide, GoCar, GoFood, dan GoSend tetap mencatatkan pertumbuhan. EBITDA yang disesuaikan pada lini bisnis ini meningkat 41% secara tahunan menjadi Rp464 miliar, didorong oleh pendapatan bersih sebesar Rp3,6 triliun.

Kinerja bisnis On-Demand Services juga ditopang oleh peningkatan jumlah pelanggan affluent atau pengguna dengan tingkat pengeluaran tinggi yang naik 21% dibandingkan tahun lalu.

Meski mencatatkan kinerja positif pada kuartal II-2026, Hans mengungkapkan perseroan melakukan sejumlah penyesuaian menyusul perubahan skema bagi hasil layanan transportasi roda dua (GoRide). Namun, ia memastikan kondisi bisnis tetap stabil.

Baca Juga: GoTo Cetak Untung Rp607 Miliar Sepanjang Semester I-2026

Baca Juga: Berakhir dengan GOTO, TAXI Siap Rangkul Taksi Listrik Vietnam Xanh SM

“Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar 7% dari pendapatan bersih Grup. Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” jelas Hans.

Sebagai dampak kebijakan komisi 8%, GoTo menurunkan proyeksi kinerja On-Demand Services—yang mencakup layanan transportasi roda dua, roda empat, serta layanan pengantaran—dari sebelumnya Rp1,7 triliun-Rp1,8 triliun menjadi Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun.

Meski demikian, perseroan tetap mempertahankan proyeksi EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang tahun sebesar Rp3,2 triliun-Rp3,4 triliun. Hal itu didukung oleh kenaikan proyeksi kinerja bisnis teknologi keuangan GoPay menjadi Rp1,7 triliun-Rp1,8 triliun, dari sebelumnya Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri