Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Awali Perdagangan di Zona Hijau, Naik 0,38% ke Level 6.343,68

IHSG Awali Perdagangan di Zona Hijau, Naik 0,38% ke Level 6.343,68 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu (5/8/2026) dengan penguatan yang didorong berbagai sentiment global maupun domestic.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 24,07 poin atau 0,38% ke level 6.343,68, dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.319,61.

Aktivitas perdagangan pada awal sesi juga terpantau cukup aktif. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp224,9 miliar, dengan volume perdagangan 452,3 juta saham yang berpindah tangan dalam 44.070 kali transaksi.

Pergerakan saham didominasi oleh penguatan. Sebanyak 328 saham berada di zona hijau, 72 saham melemah, sementara 563 saham lainnya diperdagangkan tanpa perubahan harga.

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG berada di area support 6.250, pivot 6.300, dan resistance 6.400. Optimisme tersebut muncul setelah IHSG ditutup menguat 1,37% ke level 6.319,61 pada perdagangan sebelumnya.

Secara teknikal, peluang kenaikan masih terbuka. Indikator MACD menunjukkan histogram yang semakin positif, sementara Stochastic RSI melanjutkan sinyal pembalikan arah (reversal). 

"Kondisi ini dinilai dapat mendorong IHSG bergerak menuju kisaran 6.370-6.400 dalam jangka pendek," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Dari sisi fundamental, perhatian investor juga tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026. Konsensus pasar memperkirakan ekonomi nasional tumbuh sekitar 5,1% secara tahunan atau year on year (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,61% (yoy) pada kuartal sebelumnya.

Meski demikian, prospek ekonomi domestik dinilai tetap solid. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga berkat peningkatan investasi, kuatnya konsumsi rumah tangga, serta sinergi kebijakan antara pemerintah dan otoritas. 

Baca Juga: IHSG Berpotensi Koreksi Jangka Pendek, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham Pilihan

Baca Juga: Aguan Makin Tajir? Laba PANI Tembus Rp1,7 Triliun dalam Enam Bulan

Baca Juga: OJK Kejar Aturan Demutualisasi BEI Rampung Pekan Kedua September 2026

Berbagai program seperti perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja, hingga stimulus ekonomi juga diperkirakan akan menopang aktivitas ekonomi nasional.

Sejalan dengan proyeksi penguatan IHSG, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai berpotensi menarik untuk dicermati, yaitu PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Kelima saham tersebut dipandang memiliki peluang mencatatkan pergerakan positif apabila IHSG mampu mempertahankan momentum kenaikannya dan mendekati level 6.400.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri