Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Aliran Dana Pajak Kendaraan Jabar Tetap Stabil, Dedi Mulyadi: Setiap Hari Tembus Rp26 Miliar

Aliran Dana Pajak Kendaraan Jabar Tetap Stabil, Dedi Mulyadi: Setiap Hari Tembus Rp26 Miliar Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa pemerintahannya masih mendapatkan aliran dana yang stabil dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Provinsi Jawa Barat. Ia menyebut penerimaan daerah dari sektor tersebut kini berada pada kisaran Rp23 miliar hingga Rp26 miliar setiap hari.

Menurut Dedi, capaian tersebut menjadi bukti bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan masih terjaga dengan baik, meskipun saat ini penggunaan kendaraan listrik mulai berkembang di berbagai daerah.

Baca Juga: Terungkap Pihak Terakhir Pemegang Dokumen Fisik Ijazah Jokowi Sebelum Hilang dari Sorotan Publik

"Saya pada forum ini menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh warga, yang setiap hari membayar pajak kendaraan bermotor, tidak mengalami penurunan, stabil, rata-ratanya Rp23 sampai Rp26 miliar dalam setiap hari," ujar Dedi Mulyadi, dikutip Jumat (7/8/2026).

Ia mengapresiasi masyarakat yang dinilai tetap konsisten memenuhi kewajiban perpajakan sehingga pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan tidak mengalami penurunan.

Menurut Dedi, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas penerimaan daerah di tengah perubahan tren transportasi, termasuk meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.

Ia mengungkapkan, sejumlah wilayah mulai merasakan penurunan pendapatan dari sektor pajak kendaraan seiring bertambahnya populasi mobil listrik. Namun, situasi berbeda justru terjadi di Jawa Barat.

"Di tengah orang lain mengalami penurunan karena adanya mobil listrik, tetapi di Jawa Barat setiap hari mengalami peningkatan pendapatan," kata Dedi.

Selain dipengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak, ia menilai pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah turut berkontribusi terhadap penerimaan PKB.

Menurutnya, kualitas jalan dan sarana transportasi yang semakin baik mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat. Aktivitas kendaraan yang terus bertambah pada akhirnya ikut menopang penerimaan pajak kendaraan bermotor.

Penerimaan pajak kendaraan selama ini menjadi salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat. Karena itu, stabilnya pemasukan harian dinilai penting untuk mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Baca Juga: Tak Semua Dibuka, Kejaksaan Terlihat 'Setengah Hati' Urusi Kasus Febrie Adriansyah

Dedi berharap masyarakat tetap mempertahankan kepatuhan membayar pajak kendaraan. Ia menilai kontribusi tersebut bukan hanya menjadi kewajiban administrasi, tetapi juga berperan dalam mendukung pembangunan daerah yang manfaatnya kembali dirasakan oleh masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar