Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Targetkan 5.000 Kampung Nelayan di 2029, Prabowo Dinilai Bakal Ubah Ekonomi Pesisir

Targetkan 5.000 Kampung Nelayan di 2029, Prabowo Dinilai Bakal Ubah Ekonomi Pesisir Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Target pemerintah membangun 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hingga 2029 mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Program yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut dinilai berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.

Akademisi Universitas Esa Unggul sekaligus pengamat kebijakan publik Dr. Iswadi, M.Pd, menilai target tersebut menjadi bentuk konkret komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan secara terstruktur dan terukur.

Menurut Iswadi, peningkatan target dari 1.000 KNMP pada akhir 2026 menjadi 5.000 KNMP hingga 2029 menunjukkan skala program yang ambisius. Ia menilai target tersebut patut didukung karena berpotensi mendorong perubahan ekonomi di desa-desa pesisir.

"Skala target 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029 adalah angka yang sangat ambisius, dan justru itulah yang harus kita apresiasi. Pemerintah tidak bermain aman dengan target moderat, tetapi menetapkan skala yang benar-benar mampu mengubah wajah desa pesisir Indonesia," ujar Iswadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (9/8).

Ia juga menyoroti perkembangan implementasi program pada 2026. KKP menetapkan target pembangunan 1.369 KNMP pada 2026 di 65 lokasi yang tersebar di 25 provinsi.

Dari target tersebut, tahap pertama di 65 lokasi disebut telah rampung 100 persen. Sementara itu, 35 lokasi tahap kedua ditargetkan selesai secara bertahap pada Agustus 2026. Adapun 1.269 lokasi lainnya telah selesai menjalani proses verifikasi.

Iswadi menilai capaian tersebut menunjukkan program KNMP telah memasuki tahap implementasi dan tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas.

"Ini bukan program yang berhenti di atas kertas. Tahap pertama 65 lokasi sudah rampung seratus persen," katanya.

Lebih jauh, Iswadi menilai KNMP tidak semata-mata merupakan program pembangunan infrastruktur pesisir. Menurut dia, konsep tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi nelayan yang lebih terintegrasi.

Sejumlah fasilitas yang disiapkan dalam KNMP antara lain dermaga, pabrik es, cold storage, docking kapal hingga sentra kuliner. Infrastruktur tersebut dinilai dapat membantu menekan biaya operasional, menjaga kualitas hasil tangkapan, serta memperluas akses nelayan terhadap pasar.

"Yang membedakan KNMP dari program bantuan konvensional adalah pendekatannya yang holistik. Pemerintah tidak sekadar memberi bantuan kapal atau alat tangkap, tetapi membangun ekosistem lengkap," ujarnya.

Ia menilai pendekatan tersebut dapat mendorong nelayan menjadi bagian dari rantai ekonomi yang lebih luas, mulai dari produksi, penyimpanan, pengolahan hingga distribusi.

Dari sisi kelembagaan, pengelolaan KNMP melalui koperasi nelayan juga dinilai dapat memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat pesisir. Nelayan tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi didorong untuk mengelola aset dan mengambil keputusan bisnis secara kolektif.

"Pengelolaan lewat koperasi nelayan adalah pilihan yang sangat tepat. Ini bukan hanya soal distribusi bantuan, tetapi soal membangun kapasitas nelayan sebagai subjek ekonomi," kata Iswadi.

Iswadi juga menyoroti posisi KNMP sebagai salah satu dari delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional Presiden. Menurut dia, status tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kesejahteraan masyarakat pesisir menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian pemerintah.

Baca Juga: Prabowo: Negara Lain Panik, Indonesia Cool

Ia menilai dukungan terhadap program tersebut perlu datang dari berbagai pihak agar target pembangunan 5.000 KNMP hingga 2029 dapat direalisasikan.

"Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029 adalah agenda besar yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Program ini bukan hanya program Kementerian KKP, tetapi program Indonesia," ujar Iswadi.

Ia berharap kombinasi target pembangunan, pelaksanaan program dan pemberdayaan melalui koperasi dapat mendorong KNMP menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi desa pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Berita Terkait