Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kini Ada Cold Storage hingga ABF, KNMP Mulai Berdampak untuk Nelayan hingga Pedagang di Sukabumi

Kini Ada Cold Storage hingga ABF, KNMP Mulai Berdampak untuk Nelayan hingga Pedagang di Sukabumi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Sejak KNMP Ciwaru beroperasi, manfaat program tidak hanya dirasakan nelayan sebagai penerima manfaat utama. Pengepul, pedagang kecil, hingga pelaku UMKM yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas kawasan pesisir juga ikut merasakan perubahan.

Perubahan tersebut terlihat di kawasan pesisir Palangpang, Desa Ciwaru. Tempat pendaratan ikan yang sebelumnya sederhana kini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari cold storage, mesin pembekuan cepat atau Air Blast Freezer (ABF), mobil berpendingin, hingga kios-kios yang lebih tertata.

Kehadiran fasilitas tersebut membuat berbagai aktivitas dalam rantai ekonomi perikanan dapat berlangsung dalam satu kawasan.

Bagi pelaku usaha perikanan setempat, keberadaan cold storage dan mesin ABF menjadi salah satu fasilitas yang paling dirasakan manfaatnya. Fasilitas tersebut membantu menjaga kualitas ikan sekaligus mengantisipasi penurunan harga ketika hasil tangkapan sedang melimpah.

Warna, pengusaha sekaligus pelaku usaha perikanan asal Palangpang, menilai fasilitas KNMP membantu nelayan mempertahankan nilai jual hasil tangkapan. Ketika terjadi limpahan ikan, hasil tangkapan dapat disimpan di cold storage sehingga tidak harus segera dijual ketika harga sedang rendah.

Selain penyimpanan, mesin ABF juga membuat nelayan lokal dapat memperoleh harga yang lebih layak. Sebelumnya, sebagian nelayan harus membawa hasil tangkapan ke daerah lain untuk mendapatkan harga yang lebih baik.

Kini, keberadaan ABF dan mobil Thermoking yang digunakan untuk menjaga kesegaran ikan selama distribusi membuat hasil tangkapan dapat dipasarkan ke luar kota dengan kondisi yang lebih terjaga.

Perubahan juga dirasakan dari sisi aktivitas dan tata kelola nelayan. Setelah KNMP beroperasi, aktivitas nelayan dinilai menjadi lebih tertib. Masyarakat juga semakin memahami pentingnya penanganan ikan agar kualitas hasil tangkapan tetap terjaga.

Nelayan senior Ciwaru, Hendri, yang telah melaut selama lebih dari 50 tahun, turut merasakan perubahan tersebut. Kehadiran fasilitas penyimpanan dan pembekuan ikan membuat hasil tangkapan lebih terlindungi, terutama ketika harus melalui proses pengiriman.

Dampak KNMP tidak berhenti pada nelayan. Para pengepul yang menjadi penghubung antara nelayan dan pasar juga mendapatkan manfaat dari fasilitas yang lebih tertata.

Ibing, pengepul yang telah menjalankan aktivitas tersebut selama lebih dari 10 tahun di Ciwaru, menilai kondisi kawasan saat ini jauh berbeda dibandingkan sebelumnya.

Penataan kios, keberadaan musala, serta fasilitas pendukung lainnya membuat kegiatan pengepul menjadi lebih mudah. Perubahan tersebut sekaligus membuat kawasan pendaratan ikan terlihat lebih tertata dan lengkap.

Geliat ekonomi juga dirasakan pedagang yang berjualan di sekitar kawasan pesisir. Jaya, pedagang yang telah berjualan selama lebih dari 12 tahun, melihat peningkatan aktivitas masyarakat sejak KNMP beroperasi.

Kawasan yang lebih tertata membuat masyarakat tidak hanya datang untuk menjalankan aktivitas ekonomi, tetapi juga untuk berkunjung. Kondisi tersebut turut membuat kawasan pesisir menjadi lebih ramai.

Di tengah manfaat yang mulai dirasakan, pelaku usaha perikanan berharap fasilitas KNMP dapat terus dikembangkan.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Kopdes Merah Putih untuk Distribusi Barang Subsidi, Puluhan Ribu Segera Beroperasi

Warna berharap kapasitas mesin ABF dapat ditambah sehingga mampu mendukung kebutuhan nelayan yang lebih besar. Selain fasilitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dinilai penting agar nelayan dapat beralih dari pola penangkapan tradisional menuju teknik yang lebih modern.

Pelatihan dan pendidikan mengenai teknik penangkapan ikan serta pengelolaan hasil tangkapan dinilai dapat membantu masyarakat nelayan meningkatkan kemampuan dan nilai ekonomi hasil produksinya.

Dengan fasilitas yang lebih memadai dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, KNMP Ciwaru diharapkan tidak hanya memperbaiki kawasan pendaratan ikan, tetapi juga memperkuat rantai ekonomi masyarakat pesisir secara keseluruhan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat