Jokowi 15 Kali Terima Gelar Raja, 21 Kali Tolak Gelar Doktor HC, Karena Ijazahnya Gak Jelas?
Kredit Foto: Akun X @DianSandiU
Pengakuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang pernah menolak puluhan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kembali disorot. Di tengah polemik mengenai ijazah yang masih menjadi perhatian publik, aktivis sosial Palti Hutabarat mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut.
Palti mengaitkan pernyataan Jokowi dengan polemik dugaan ijazah palsu sang mantan presiden yang kini bergulir di pengadilan.
"Jokowi pernah bercerita menolak 21 gelar Doktor Honoris Causa, ternyata karena ijazahnya ga jelas," katanya.
Palti juga menyoroti kampus-kampus yang disebut pernah berencana memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Jokowi. Menurutnya, jika gelar tersebut benar-benar diberikan, perguruan tinggi terkait berpotensi ikut terseret menjadi sorotan di tengah polemik yang berkembang.
Baca Juga: Terlihat Cuek, Jokowi Diam-Diam Pantau Polemik Ijazah
Selain persoalan gelar akademik, Palti turut menyinggung berbagai gelar adat yang diterima Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Menurut dia, gelar adat memiliki konteks berbeda dan tidak berkaitan dengan persoalan akademik maupun ijazah.
"Akhirnya memilih jalan jadi raja-raja yang tidak mempersoalkan ijazah," ujarnya.
Palti kemudian kembali menyampaikan kekhawatirannya mengenai reputasi perguruan tinggi apabila gelar Doktor Honoris Causa yang disebut-sebut pernah ditawarkan kepada Jokowi benar-benar diterima.
Baca Juga: Prabowo Dapat Rapor ‘Oke’, Gerindra: Bukti Pemerintah di Jalur yang Benar
"Ga kebayang seandainya cerita doktor Honoris Causa itu dia terima, berapa Universitas harus menanggung malu," ucapnya.
Sebelumnya, Jokowi diketahui telah menerima sekitar 15 gelar adat dan kehormatan dari berbagai lembaga adat, sultan, serta perhimpunan raja-raja di Nusantara sejak 2014 hingga 2026.
Sejumlah penghargaan tersebut bahkan menempatkan Jokowi dalam posisi atau sebutan setingkat raja maupun tetua adat tertinggi. Salah satunya adalah penobatan terbaru sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor pada Agustus 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: