Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Produksi Batu Bara Naik, ITMG Kantongi Pendapatan Rp17,8 Triliun

Produksi Batu Bara Naik, ITMG Kantongi Pendapatan Rp17,8 Triliun Kredit Foto: ITMG
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sukses mengantongi pendapatan senilai US$1 miliar, atau setara Rp 17,8 triliun (kurs Rp17.800 per dolar AS) di sepanjang semester I 2026. Pemasukan itu turut ditopang oleh jumlah produksi batu bara yang melesat pada 6 bulan pertama tahun ini.

Merujuk laporan keuangan ITMG, Selasa (11/8/2026), perseroan mencatat total produksi batu bara mencapai 9,9 juta ton pada semester I 2026. Dengan peningkatan produksi batu bara sebesar 13 persen pada kuartal II 2026 mencapai 5,3 juta ton.

Namun, angka total di semester I 2026 tersebut masih lebih rendah dibandingkan pencapaian pada periode serupa tahun sebelumnya, yakni sebesar 10,4 juta ton di semester I 2025.

Sementara itu, total volume penjualan meningkat menjadi 12,3 juta ton pada semester I 2026 dari 11,7 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) juga meningkat dari USD 78 per ton pada semester I 2025 menjadi USD 81 per ton pada semester I 2026.

Kenaikan harga jual tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan sebesar 9 persen secara tahunan (YoY) sebesar US$1 miliar (Rp17,8 triliun) hingga 30 Juni 2026. Dengan membukukan laba bersih sebesar USD 110 juta untuk periode enam bulan pertama di tahun ini.

Peningkatan pendapatan tersebut didukung oleh kenaikan volume penjualan sebesar 5 persen dan peningkatan ASP sebesar 4 persen secara year-on-year. Kenaikan ASP sejalan dengan penguatan harga batu bara acuan (HBA).

Beban pokok pendapatan meningkat sebesar 7 persen pada semester I 2026. Terutama didorong oleh kenaikan biaya penambangan dan pengangkutan batu bara, serta kenaikan biaya bahan bakar sejalan dengan meningkatnya harga minyak global selama periode tersebut.

Di sisi lain, beban penjualan meningkat dari US$81 juta menjadi US$88 juta, sejalan dengan peningkatan volume penjualan. Sementara itu, beban umum dan administrasi tercatat sebesar US$26 juta pada semester I 2026. Sehingga total beban operasional mencapai US$114 juta.

Selain itu, ITMG membukukan penghasilan keuangan sebesar US$18 juta, menurun dibandingkan US$21 juta pada semester I 2025. Beban keuangan juga turun sebesar 32 persen secara tahunan, dari US$6 juta menjadi US$4 juta.

Beban pajak penghasilan meningkat menjadi USD$49 juta pada semester I 2026, dari US$43 juta pada semester I 2025.

Baca Juga: Produksi Batu Bara Naik, ITMG Kantongi Pendapatan Rp17,8 Triliun

Baca Juga: IATA Simpan Cadangan 288 Juta Ton Batu Bara, Identitas Baru Diluncurkan

Sementara itu, royalti kepada pemerintah meningkat sebesar 7 persen secara tahunan menjadi US$111 juta pada semester I 2026, terutama disebabkan oleh peningkatan volume penjualan.

Perseroan melaporkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 106 juta, daru laba bersih periode berjalan sebesar US$110 juta.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dwi Aditya Putra