- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
MIND ID Usul Pembentukan National Mineral Stockpile untuk Kelola Cadangan Strategis
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID mengusulkan pembentukan national mineral stockpile untuk memperkuat pengelolaan komoditas mineral strategis Indonesia. Skema ini dinilai dapat memberi pemerintah kendali lebih besar dalam menentukan kapan komoditas mineral dilepas ke pasar dan kapan disimpan sebagai cadangan.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan keberadaan national mineral stockpile menjadi salah satu gagasan yang perlu dipertimbangkan untuk memperkuat tata kelola kekayaan mineral nasional.
“Ada kelemahan kita Pak dengan kekayaan alam kita ini. Bagaimana kalau kita mewujudkan national mineral stockpile supaya kita bisa mengatur kapan barang kita kita lepas, kapan barang kita kita simpan,” kata Maroef dalam MIND Dialogue, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, konsep tersebut dapat diterapkan tidak hanya untuk mineral, tetapi juga batu bara. Pemerintah nantinya dapat menyiapkan fasilitas penyimpanan nasional sehingga komoditas strategis tidak selalu harus langsung dilepas ke pasar ketika produksi tersedia.
Maroef mencontohkan Malaysia yang memiliki mekanisme stockpile dalam mengelola komoditas crude palm oil (CPO) di pasar internasional. Menurutnya, Indonesia dapat mempelajari pendekatan serupa untuk membangun sistem pengelolaan cadangan mineral nasional.
“Mungkin nanti Pak Wamen bisa mencarikan lahan di mana kita bisa memiliki national mineral stockpile dan juga batu bara seperti bagaimana Malaysia mengendalikan CPO dunia internasional karena dia punya stockpile untuk kapan keluar kapan simpan,” ujarnya.
Usulan tersebut disampaikan Maroef dalam pembahasan mengenai penguatan tata kelola cadangan mineral nasional. MIND ID menilai pengelolaan cadangan mineral tidak hanya berkaitan dengan kepentingan ekonomi, tetapi juga menyangkut keamanan, ketahanan ekonomi, dan kedaulatan nasional.
Dalam forum tersebut, Maroef juga menyoroti masih adanya kekayaan mineral Indonesia yang belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan nasional. Karena itu, menurut dia, transformasi tata kelola perlu dilakukan dari sektor hulu, midstream, hingga hilir.
Di sektor hulu, MIND ID mendorong formalisasi pertambangan rakyat melalui Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Sementara di sektor midstream, perusahaan mendorong penguatan lembaga agregator berbadan hukum untuk memastikan keterlacakan rantai pasok hasil pertambangan menuju sistem formal.
Adapun di sektor hilir, peningkatan pasokan bijih ke dalam rantai pasok formal diharapkan dapat mendukung produktivitas industri pengolahan dan hilirisasi mineral.
Maroef mengatakan kebutuhan terhadap sistem pengelolaan mineral yang lebih terintegrasi semakin penting karena sebagian besar produksi emas nasional, misalnya, berasal dari perusahaan di luar MIND ID.
Dia menyebut produksi emas Antam hanya mencapai 743 kilogram atau sekitar 0,83% dari produksi nasional. Dengan demikian, sekitar 99,17% produksi emas berasal dari perusahaan lain.
Baca Juga: Cadangan Emas Besar, Pemerintah Dorong Tambang Rakyat Masuk Jalur Resmi
Baca Juga: CYBR Incar Bisnis Keamanan Siber dari dari Pindad hingga Perusahaan Tambang
“Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan Antam tidak semata diarahkan pada peningkatan produksi tambang tetapi pada penguatan peran strategis di sisi hilir,” kata Maroef.
Menurut dia, pembentukan national mineral stockpile dapat menjadi bagian dari pemikiran jangka panjang untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia dapat dikelola secara strategis dan memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional.
“Mungkin ini pemikiran kita ke depan untuk bisa mewujudkan itu,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: