Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soal Polemik Ijazah Jokowi, Megawati: Pencalonan dari Wali Kota hingga Presiden Bukan Salah PDIP

Soal Polemik Ijazah Jokowi, Megawati: Pencalonan dari Wali Kota hingga Presiden Bukan Salah PDIP Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menepis anggapan bahwa partainya harus bertanggung jawab atas polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Megawati mengakui mantan presiden itu pernah menjadi kader dan partainya memang mengusung sosok itu dalam perjalanan politiknya. Namun hal tersebut tidak serta-merta membuat pihaknya bertanggung jawab terhadap dokumen persyaratan pencalonan Jokowi.

Baca Juga: Akhirnya Ada Titik Terang Soal Penyebab Kematian Sutrimo, Terduga Penjaga Rumah Febrie Adriansyah

“Seandainya masalah pencalonan beliau dari wali kota sampai ke presiden itu bukan salah kami sebagai partai pengusung, yang salah itu Komisi Pemilihan Umum (KPU),” kata Megawati, dikutip Kamis (13/8/2026).

Megawati menilai proses pencalonan politikus itu merupakan tahapan yang memiliki mekanisme administrasi tersendiri. PDIP, kata dia, berperan sebagai partai pengusung yang mendorong kandidat dan berupaya memenangkan kandidat tersebut dalam pemilihan.

Sementara itu, pemeriksaan kelengkapan serta keabsahan dokumen persyaratan calon berada pada penyelenggara pemilu.

Ia kemudian mempertanyakan mengapa persoalan mengenai ijazah baru terus dikaitkan dengan partainya apabila dokumen tersebut memang sejak awal menjadi bagian dari persyaratan pencalonan.

“Kenapa? Apabila ijazah beliau itu palsu kenapa lembaga pemilu tak permasalahkan,” tegasnya.

Menurut Megawati, dokumen pencalonan seharusnya telah melewati proses pemeriksaan sebelum kandidat dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti kontestasi.

“KPU harusnya memverifikasi dulu benar atau tidak,” terangnya.

Polemik Ijazah Jokowi sendiri belum menemukan titik terang. Terbaru, Jokowi menegaskan kesiapannya untuk hadir apabila kembali dipanggil dalam persidangan perkara yang berkaitan dengan tudingan ijazah palsu. Presiden ke-7 RI tersebut bahkan memastikan akan membawa dokumen pendidikan yang dimilikinya, mulai dari ijazah sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Jokowi menyampaikan kesiapan itu ketika menanggapi proses hukum yang kini telah memasuki tahapan pokok perkara. Ia mengatakan tidak keberatan untuk menunjukkan dokumen pendidikan yang selama ini menjadi bagian dari polemik.

Baca Juga: Jokowi Soal Kaesang Maju di Kandang PDIP: Sudah Dihitung, Risiko Persaingan Juga Dikalkulasi

"Hadir, saya sudah sampaikan, saya akan hadir membawa ijazah SD, SMP, SMA. S1 yang sekarang di Kejaksaan. Semuanya akan kita tunjukkan," tegas Jokowi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar