Suriah Kembali Diserang Israel, Konflik dengan Turkiye Makin Terbuka
Kredit Foto: Istimewa
Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah Suriah pada Sabtu (22/8/2026). Serangan tersebut terjadi di tengah ketegangan Israel dengan Turkiye terkait kehadiran militer kedua negara di Suriah.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga mengecam utusan Amerika Serikat (AS) Tom Barrack. Katz menilai kritik Barrack terhadap serangan Israel sebelumnya mengandung sejumlah kekeliruan.
Barrack sebelumnya menyebut serangan Israel pada Selasa (18/8) sebagai eskalasi yang tidak perlu. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi memicu konflik terbuka dengan Turkiye.
"Israel telah menyampaikan informasi intelijen kepada pihak-pihak yang berwenang di Amerika Serikat sebelum serangan," tulis Katz di X, Sabtu.
Pada hari yang sama, stasiun televisi pemerintah Suriah melaporkan satu warga sipil terluka akibat serangan drone Israel di desa Beit Jinn. Wilayah tersebut berada di barat daya Damaskus dan berdekatan dengan Dataran Tinggi Golan.
Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya. Israel berdalih serangan dilakukan untuk menetralisir ancaman keamanan di Suriah selatan.
Kepala Staf Angkatan Darat Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan pasukannya akan mempertahankan zona keamanan demiliterisasi di Suriah selatan. "Kami tidak akan membiarkan pasukan musuh untuk membangun diri di perbatasan kami," tegasnya.
Baca Juga: Israel Siapkan Serangan Lagi ke Iran, Netanyahu Disebut Tak Bisa Bergantung pada AS
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyebut operasi militer Israel di pangkalan udara Suriah bertujuan mencegah perluasan kehadiran militer Turkiye. Ankara membantah tudingan tersebut dan hubungan Netanyahu dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan semakin memanas.
Ketegangan juga merembet ke persoalan hukum internasional. Turkiye berencana meminta Interpol menerbitkan red notice terhadap Netanyahu terkait tuduhan genosida, sementara Israel membalas dengan mengecam Erdogan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy