Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penjualan Ponsel Global Lesu, Apple Justru Tumbuh di India hingga Eropa

Penjualan Ponsel Global Lesu, Apple Justru Tumbuh di India hingga Eropa Kredit Foto: Unsplash/Mason Supply
Warta Ekonomi, Jakarta -

Apple berhasil mencatat pertumbuhan penjualan iPhone di sejumlah pasar utama, meski pasar ponsel pintar global tengah menghadapi tekanan. India, Amerika Latin, dan Eropa menjadi sejumlah kawasan yang menunjukkan penguatan kinerja Apple.

Mengutip data Counterpoint Research, penjualan ponsel pintar di India turun 14% pada periode akhir Maret hingga awal Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan bahkan berlanjut selama tiga pekan setelah berbagai program promosi besar yang berlangsung pada Juli berakhir.

Di tengah kontraksi pasar tersebut, penjualan Apple justru tumbuh 15%. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi dibandingkan merek ponsel lainnya di India.

Counterpoint Research menilai peningkatan tersebut didorong oleh kuatnya permintaan terhadap iPhone 17 serta berbagai penawaran harga yang membuat perangkat Apple lebih mudah dijangkau konsumen.

Sebagai perbandingan, Samsung dan Oppo hanya mencatat pertumbuhan penjualan sekitar 4% di pasar India.

Lembaga riset tersebut menilai program promosi yang digelar berbagai produsen belum mampu mendorong pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Promosi justru lebih banyak membuat konsumen menggeser waktu pembelian ke sebelum atau setelah periode diskon.

Dengan harga perangkat yang terus meningkat, Counterpoint Research memperkirakan pasar ponsel pintar India akan mengalami kontraksi sekitar 13% sepanjang 2026.

Kinerja positif Apple juga terlihat di Amerika Latin. Penjualan ponsel pintar di kawasan tersebut turun 10% pada kuartal II 2026, menjadi penurunan tahunan terdalam sejak kuartal III 2023.

Namun, Apple masih mencatat pertumbuhan 5% dan Samsung 6%. Sebaliknya, Motorola, HONOR, dan Xiaomi mengalami penurunan penjualan.

Apple disebut terbantu oleh strategi perusahaan yang menanggung sebagian kenaikan biaya komponen sehingga kenaikan biaya tidak ditanggung konsumen sepenuhnya.

Strategi tersebut memperkuat posisi Apple di segmen premium. Apple kini menguasai sekitar 51% pasar ponsel dengan harga di atas US$600 atau sekitar Rp10 jutaan di Amerika Latin.

Di Eropa, kondisi pasar juga masih tertekan. Penjualan ponsel pintar turun 10% menjadi sekitar 35 juta unit pada kuartal II 2026. Angka tersebut menjadi kinerja kuartal II terlemah di kawasan itu dalam tiga tahun terakhir.

Meski demikian, Apple mampu meningkatkan pangsa pasarnya sebesar sembilan poin persentase menjadi 34%. Posisi tersebut membuat Apple menyamai Samsung sebagai pemimpin pasar Eropa.

Xiaomi berada di posisi berikutnya dengan pangsa pasar 15%, sementara tidak ada produsen lain yang mampu menguasai lebih dari 4% pasar.

Counterpoint Research memperkirakan pasar Eropa masih menghadapi tekanan akibat semakin terbatasnya ketersediaan perangkat. Kendati demikian, Apple diproyeksikan tetap mampu mencatatkan kinerja relatif kuat di kawasan tersebut.

Berbeda dengan India, Amerika Latin, dan Eropa, pasar China masih menjadi tantangan bagi Apple.

Penjualan ponsel pintar di China turun 8,6% selama 30 pekan pertama 2026. Penurunan kembali mencapai dua digit setelah berakhirnya festival belanja 618 yang sebelumnya mendorong permintaan.

Penjualan iPhone juga mulai melambat sejak Juli setelah sejumlah toko ponsel mengurangi potongan harga. Sebagian permintaan konsumen selama musim panas dinilai telah terserap ketika program promosi berlangsung.

Baca Juga: Apple Resmi Sewakan iPhone, Lebih Murah dari Beli? Begini Hitungannya

Baca Juga: Tim Cook Beberkan Biang Kerok Apple Naikkan Harga Mac dan iPad

Baca Juga: Apple Gugat OpenAI, Persaingan Menuju Era Perangkat AI Makin Memanas

Counterpoint Research memperkirakan kondisi tersebut dapat berlanjut hingga Apple memperkenalkan jajaran iPhone generasi terbaru.

Di sisi lain, Huawei masih menjadi pemimpin pasar China dengan menguasai lebih dari seperlima penjualan mingguan sejak April.

Counterpoint Research memperkirakan keterbatasan pasokan memori dan tingginya harga komponen masih menjadi tekanan bagi industri hingga akhir 2026. Pemulihan pasar ponsel pintar secara penuh diperkirakan baru terjadi paling cepat pada 2028.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: