Loyalis Jokowi Soal Ucapan Ketum Projo Budi Arie: Hanya Mengungkap Pikiran Masyarakat Saat Ini
Kredit Foto: Istimewa
Video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang menyinggung kemungkinan terjadinya “percepatan” sebelum pemilu nanti terus memicu berbagai tafsir politik. Kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di sisi lain meminta publik tidak terburu-buru menganggap pernyataan tersebut sebagai sinyal politik tertentu.
Ketua Perkumpulan Anak Jokowi (PAJO) Fritz Alor Boy mengatakan relawan politik itu tidak sedang menyampaikan agenda politik tersembunyi. Budi Arie menurutnya hanya mengungkapkan berbagai pikiran dan keresahan yang memang sedang berkembang di tengah masyarakat.
Baca Juga: Demo 27 Agustus Tak Akan Separah Tahun Lalu, Pakar: Warga Indonesia Penyabar, Terbiasa Hidup Susah
“Pak Budi hanya menjelaskan apa yang sedang dibicarakan oleh masyarakat pada waktu sebelumnya dan yang saat ini. Beliau juga tidak ada niat lain,” tegas Fritz, dikutip Rabu (26/8/2026).
Fritz mengaku berada di lokasi ketika pertemuan tersebut berlangsung. Ia menjelaskan bahwa agenda itu pada dasarnya merupakan kegiatan silaturahmi antara Jokowi dan para relawan.
Menurutnya, suasana pertemuan juga tidak menggambarkan adanya agenda politik formal yang secara khusus membahas perubahan pemerintahan. Karena itu, Fritz meminta potongan video yang beredar tidak dilepaskan dari konteks keseluruhan forum.
“Saya juga ikut acara silaturahmi dengan Pak Jokowi. Forum tersebut diadakan oleh relawan dengan tujuan untuk silaturahmi dan makan bersama dengan Pak Jokowi,” ujar Fritz.
Pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan situasi politik berkembang lebih cepat menurutnya merupakan bagian dari pembahasan mengenai dinamika yang sedang menjadi perhatian masyarakat.
Sebelumnya, Ketum Projo Budi Arie membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.
"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.
Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.
Baca Juga: Di Balik Video Viral Budi Arie: Projo Ingin Bikin Jokowi Jadi 'Kurir Pesan' ke Prabowo
"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: