- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
PM Malaysia Minta Bantuan Prabowo Selesaikan Investasi Felda di BWPT Senilai Rp11 Triliun
Kredit Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden.
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan investasi Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority (Felda) pada perusahaan perkebunan kelapa sawit Indonesia, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).
Anwar mengungkapkan telah mengirim surat resmi kepada Prabowo terkait investasi Felda yang kini masih berproses di pengadilan Indonesia. Jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, Felda berpotensi mengalami kerugian hingga RM2,5 miliar atau sekitar Rp11 triliun.
Felda disebut hanya akan memperoleh pengembali dana sebanyak RM200 juta atau sekitar Rp876 miliar dari total investasinya di BWPT.
"Investasi BWPT saat ini masih menghadapi proses hukum di Indonesia. Saya sudah menyurati Presiden Prabowo Subianto agar beliau dapat menindaklanjuti persoalan tersebut. Jika masalah ini tidak segera ditangani, potensi kerugian yang kami hadapi bisa mencapai RM2,5 miliar, sedangkan dana yang mungkin dapat dipulihkan hanya sekitar RM200 juta,” ujar Anwar, seperti dikutip dari Bernama, Selasa (25/8/2025).
Hingga kini, Felda belum berhasil mendapatkan kembali dana investasinya, karena BWPT masih mempermasalahkan perkara tersebut melalui proses hukum di Indonesia.
Anwar meminta jajaran manajemen Felda memahami secara menyeluruh persoalan yang dihadapi lembaga tersebut, terutama terkait tata kelola, dan tidak terpengaruh narasi yang justru mengecilkan persoalan.
"Yang ingin saya tekankan adalah bahwa semua manajer Felda harus sepenuhnya memahami masalah-masalah ini. Mereka tidak boleh berkecil hati, tetapi harus menyadari bahwa masalah-masalah ini harus diatasi," jelas dia.
Baca Juga: Hari Libur? Prabowo Tegaskan Menteri Tetap Wajib Kerja
Baca Juga: Dari Kalimantan ke Sumatra, Presiden Prabowo Terus Kawal Penanganan Karhutla
Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan Dukungan Penanganan Karhutla di Jambi dan Lampung
Awal Mula Investasi Felda
Persoalan ini bermula ketika Felda melalui anak usahanya, FIC Properties Sdn Bhd, membeli saham BWPT pada Desember 2016. Nilai transaksi mencapai US$505,4 juta atau sekitar Rp8,9 triliun dengan asumsi kurs Rp16.750 per dolar AS.
Sejak awal, investasi tersebut menuai kritik karena harga pembelian saham dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan nilai pasar dan harga saham BWPT saat itu.
Investasi yang semula diharapkan memberikan keuntungan tersebut kemudian berubah menjadi persoalan berkepanjangan bagi Felda. Hingga kini, sengketa terkait investasi tersebut masih bergulir di pengadilan Indonesia, sedangkan Felda terus berupaya memulihkan dana yang telah diinvestasikan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan