Kredit Foto: Pupuk Kaltim
Bank Indonesia (BI) menyalurkan total 32,5 ton bantuan kemanusiaan bagi korban dan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan itu ditujukan bagi masyarakat terdampak di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Nagekeo.
Penyaluran dilakukan melalui jalur udara dengan bersinergi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
BI kembali mengirimkan bantuan tahap ketiga sebanyak 14,3 ton. Bantuan yang diberangkatkan dari Museum Bank Indonesia itu terdiri atas tenda, velbed, genset, tambahan obat-obatan, serta makanan siap saji.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat pada setiap fase kedaruratan.
Pada tahap pertama, BI mengirimkan 8,5 ton bantuan pada 24 Agustus 2026. Bantuan tersebut berfokus pada kebutuhan mendesak pascabencana, seperti obat-obatan, air mineral, makanan siap saji, dan perlengkapan higienitas.
Selanjutnya, bantuan tahap kedua sebanyak 9,7 ton dikirimkan pada 27 Agustus 2026 berupa bahan pangan pokok dan air mineral.
Penyerahan bantuan tahap ketiga secara simbolis dilakukan oleh Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso yang mewakili Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali kepada Pemerintah Provinsi NTT. Bantuan diterima Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi NTT di Jakarta Florida Taty Setyawati.
Hal tersebut disaksikan Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB sekaligus Wakil Koordinator Pos Dukungan Logistik Nasional Raditya Jati serta Paban IV Komsos Staf Teritorial Angkatan Udara Kolonel Pasukan Deni Ramdani.
Lebih lanjut, BI menyatakan akan melanjutkan dukungan melalui program pemulihan pascabencana dan pemberdayaan masyarakat di wilayah terdampak.
Dukungan tersebut mencakup upaya pemberdayaan masyarakat dan lingkungan yang diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi serta mendukung penciptaan lapangan kerja di daerah terdampak bencana.
Dari sisi sistem pembayaran dan ketersediaan uang Rupiah, BI melalui Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT memastikan kebutuhan likuiditas perbankan di wilayah terdampak tetap terpenuhi. Salah satunya dilakukan melalui optimalisasi kas titipan di perbankan.
Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran program tersebut antara lain Kupang, Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pamana, Pulau Waiwerang, dan Pulau Lamalera.
Baca Juga: Ogah Terima Bantuan Asing, Prabowo: Indonesia Bisa Tanpa Pinjaman
Baca Juga: Astra Buka 7 Posko Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Sementara itu, untuk mengantisipasi potensi kenaikan inflasi pascabencana, BI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Pengendalian inflasi difokuskan pada upaya menjaga pasokan komoditas pangan strategis sekaligus mempertahankan stabilitas harga sesuai kondisi di lapangan.
BI juga mengapresiasi dukungan BNPB, TNI AU, Pemerintah Provinsi NTT, serta mitra penyedia logistik dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat NTT setelah bencana sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di wilaya
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: