Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Seruan Anies Usut Kematian Bambang di Demo 27 Agustus: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Pembunuh!

Seruan Anies Usut Kematian Bambang di Demo 27 Agustus: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Pembunuh! Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kematian Bambang Setiyawan, warga yang meninggal dunia setelah kerusuhan usai demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di Jakarta.

Anies mengaku telah bertakziah dan menemui keluarga Bambang pada Senin (31/8/2026) malam. Ia menyebut kisah yang disampaikan keluarga korban sangat mengenaskan.

"Semalam saya takziah dan jumpa dengan keluarga almarhum Pak Bambang Setiawan. Ceritanya amat mengenaskan,” kata Anies dalam seruannya, Selasa (1 September 2026).

Anies mengatakan jenazah dan rekaman video peristiwa dapat menjadi bukti dalam proses pengusutan. Ia meminta kasus tersebut tidak berhenti tanpa kejelasan.

"Kita semua tahu, ada jenazahnya, ada video rekaman peristiwaannya. Nah, jangan sampai kita tidak melihat tindak lanjutnya. Jangan sampai tidak tuntas pengusutannya," ujarnya.

Menurut Anies, pengusutan diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali berulang.

"Bila didiamkan, maka kejadian ini akan bisa berulang, berulang, dan berulang. Negara tidak boleh kalah dengan pembunuh dan negara tidak boleh kalah dengan para perusak hukum,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat mengusut pelaku pengeroyokan yang diduga menyebabkan Bambang meninggal dunia.

“Usut tuntas para pelaku pengeroyokan yang menewaskan Pak Bambang Setiyawan!” kata Anies.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP GRIB Jaya H. Zulfikar membantah tudingan bahwa organisasinya terlibat dalam kematian warga dalam kerusuhan tersebut.

Dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II DPD GRIB Jaya Jawa Barat di Kabupaten Sukabumi, Sabtu (29/8/2026), Zulfikar menyebut anggota GRIB Jaya yang berada di lokasi hadir sebagai Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) untuk membantu aparat.

"Hari ini ada yang memainkan narasi agar memusuhi GRIB, katanya ada yang meninggal dipukulin. Itu bukan GRIB yang pukulin, itu pendemo yang mukulin. Korban yang meninggal itu berada di tempat berbeda dengan lokasi Pam Swakarsa,” ujar Zulfikar.

Zulfikar menilai informasi yang mengaitkan GRIB Jaya dengan kematian korban merupakan framing yang menyesatkan.

Ia juga menyebut massa yang melakukan aksi secara tertib telah meninggalkan lokasi, sementara kelompok yang bertahan hingga malam dan merusak fasilitas umum disebutnya sebagai perusuh.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat