Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ngeri! Pantau Asap Karhutla RI dari Singapura, Anies Baswedan: Warga Kita Dibunuh Pelan-Pelan

Ngeri! Pantau Asap Karhutla RI dari Singapura, Anies Baswedan: Warga Kita Dibunuh Pelan-Pelan Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan tidak hanya menyengsarakan warga di dalam negeri, tetapi polusinya telah meluas hingga ke negara tetangga.

Begitu dikatakan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengaku secara langsung menyoroti parahnya imbas asap karhutla tersebut saat dirinya tengah berada di Singapura.

Melalui pantauannya dari ketinggian lantai 30 gedung kantor Google Singapura, Anies membagikan kondisi memprihatinkan di mana langit Negeri Singa itu tampak diselimuti kabut asap yang cukup pekat.

Melihat dampak lintas negara tersebut, Anies melontarkan peringatan keras sekaligus keprihatinannya terhadap nasib masyarakat Indonesia yang berada di wilayah episentrum kebakaran.

"Ini bencana yang amat mendesak untuk dituntaskan penyelesaiannya. Jangan sampai warga kita dibunuh pelan-pelan oleh asap," tegas Anies Baswedan dalam keterangannya, dikutip Senin (14/9/2026).

Anies menjelaskan bahwa bahaya asap akibat pembakaran lahan di Sumatera dan Kalimantan terbukti telah menyebar jauh dan menembus batas wilayah udara Singapura. Negara tetangga pun terpaksa menanggung imbas dari bencana ekologis ini.

"Kalau di Singapura saja sudah seperti ini, bagaimana warga yang dekat dengan sumber polusinya?" tanyanya.

Ia meyakini kualitas udara di titik asal kebakaran pasti jauh lebih pekat, beracun, dan membahayakan nyawa.

Untuk itu, kata Anies, bencana karhutla tidak boleh dianggap sebagai siklus tahunan biasa. Anies mendesak agar penyelesaian masalah ini diperlakukan sebagai agenda darurat dan diselesaikan secara tuntas ke akar masalahnya demi melindungi hak hidup dan kesehatan warga negara.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: