Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Grup Emtek Tambah Saham JECX, SAME Kini Pegang 31,34%

Grup Emtek Tambah Saham JECX, SAME Kini Pegang 31,34% Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) kembali memperbesar kepemilikannya di PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX). Emiten yang merupakan bagian dari Grup Emtek atau PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) itu membeli 12,77 juta saham JECX pada 27 Agustus 2026.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, pada Rabu (2/9/2026), pPembelian dilakukan di harga Rp1.350 per saham. Dengan harga tersebut, SAME mengeluarkan dana sekitar Rp17,24 miliar untuk menambah koleksi saham JECX.

Setelah transaksi, kepemilikan SAME di JECX meningkat menjadi 1,01 miliar saham. Jumlah tersebut setara dengan 31,34% saham JECX, naik sekitar 0,39 poin persentase dibandingkan sebelum transaksi yang tercatat sebesar 30,95% atau sekitar 1 miliar saham.

Aksi akumulasi SAME dilakukan ketika harga saham JECX tengah bergerak positif. Hingga saat ini, saham JECX bertengger di level Rp1.550 per saham, atau melonjak 200 poin setara 14,81%.

Dalam sebulan terakhir, saham JECX telah menguat 11,87%. Sementara jika dibandingkan dengan posisi pada 3 Agustus 2026 di level Rp1.390 per saham, harga saham JECX telah meningkat 165 poin.

Dalam perdagangan 52 minggu terakhir, JECX sempat menyentuh level tertinggi Rp1.950 per saham dan level terendah Rp1.200 per saham.

Dengan harga saham Rp1.550, JECX kini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp4,89 triliun. Adapun price to earnings ratio (PER) saham perseroan tercatat sebesar 68,14 kali.

Kinerja Bisnis Semester I JECX

Nitrasanata Dharma (JECX) membukukan pendapatan sebesar Rp459,38 miliar pada semester I-2026, naik dari Rp444,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu mendorong peningkatan laba. Laba usaha JECX justru turun menjadi Rp49,85 miliar dari sebelumnya Rp58,90 miliar. Penurunan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya beban pemasaran serta beban umum dan administrasi.

Baca Juga: EMTK Jual 99,99% Saham Anak Usaha Telekomunikasi

Baca Juga: Emtek (EMTK) Berbalik Rugi Rp320 Miliar Meski Pendapatan Tumbuh 2 Digit

Baca Juga: Laba United Tractors (UNTR) Anjlok Jadi Rp742,22 Miliar, dari Rp8,37 Triliun

Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp177,54 miliar dari Rp167,21 miliar. Meski demikian, laba bruto masih tumbuh menjadi Rp281,84 miliar dari Rp277,01 miliar.

Tekanan terhadap laba semakin terlihat pada level operasional. Beban pemasaran meningkat menjadi Rp9,50 miliar dari Rp6,82 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp218,25 miliar dari Rp205,92 miliar.

Kenaikan berbagai beban tersebut membuat laba sebelum pajak JECX turun menjadi Rp34,56 miliar, dibandingkan Rp47,58 miliar pada semester I tahun sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Posisi laba tercatat Rp18,86 miliar, merosot dari Rp30,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total liabilitas JECX meningkat menjadi Rp828,23 miliar per 30 Juni 2026. Angka tersebut naik dari Rp640,33 miliar pada 31 Desember 2025.

Sementara itu, total aset perseroan mencapai Rp1,53 triliun per 30 Juni 2026, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp1,45 triliun.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan