Kredit Foto: Ist
Memulai usaha kuliner sering kali dimulai dari pertanyaan tentang menu, harga jual, lokasi, promosi, dan cara mendapatkan pelanggan. Namun, ada satu keputusan yang sering dianggap sebagai urusan belakangan: pemilihan kemasan makanan. Padahal, bagi bisnis F&B, kemasan bukan sekadar wadah. Kemasan ikut menjaga produk selama penyajian dan pengiriman, membentuk pengalaman pelanggan, serta dapat memperkuat identitas usaha.
Bagi calon maupun pemilik usaha F&B yang ingin membangun bisnis secara lebih profesional, berikut lima hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih kemasan makanan.
1. Pastikan Kemasan Sesuai untuk Kontak dengan Makanan
Keamanan pangan perlu menjadi pertimbangan utama. Pelaku usaha sebaiknya memilih material kemasan yang memang ditujukan untuk kontak langsung dengan makanan dan sesuai dengan karakter produk yang dikemas. Jenis makanan, suhu, kandungan minyak atau kuah, serta lama penyimpanan dapat memengaruhi kebutuhan kemasan.
2. Perhatikan Ketahanan terhadap Minyak dan Kuah
Makanan berminyak dan berkuah membutuhkan kemasan dengan karakteristik yang berbeda dari makanan kering. Kemasan yang mudah lembek, bocor, atau tembus minyak dapat mengurangi kenyamanan pelanggan, terutama untuk pesanan delivery yang menempuh perjalanan sebelum sampai ke tangan pembeli. Karena itu, pelaku usaha perlu menyesuaikan material dan konstruksi kemasan dengan jenis makanan yang dijual.
3. Sesuaikan Kemasan dengan Kebutuhan Delivery
Pertumbuhan layanan pesan-antar membuat fungsi kemasan semakin penting. Selain menampung makanan, kemasan perlu membantu menjaga bentuk produk selama perjalanan dan cukup praktis untuk ditata atau ditumpuk. Pemilihan ukuran yang tepat juga penting agar makanan tidak terlalu longgar maupun terlalu padat di dalam kemasan.
4. Gunakan Kemasan untuk Memperkuat Branding
Kemasan juga dapat menjadi media komunikasi merek. Pilihan warna, bentuk, logo, stiker, maupun cetak custom dapat membantu sebuah usaha tampil lebih konsisten dan mudah dikenali pelanggan. Bagi UMKM yang sedang membangun identitas, kemasan yang sesuai dengan karakter merek dapat meningkatkan kesan profesional tanpa harus mengubah produk utama yang dijual.
5. Pertimbangkan MOQ, Ketersediaan Stok, dan Fleksibilitas Supplier
Kebutuhan UMKM dapat berubah seiring pertumbuhan bisnis. Pada tahap awal, produk ready stock dalam jumlah yang lebih fleksibel dapat membantu usaha mengendalikan persediaan. Ketika volume meningkat dan identitas merek semakin matang, kebutuhan dapat berkembang ke kemasan custom. Karena itu, selain harga, pelaku usaha sebaiknya mempertimbangkan minimum order quantity (MOQ), ketersediaan ukuran, konsistensi pasokan, serta kemampuan supplier dalam melayani kebutuhan custom.
Kebutuhan Kemasan UMKM Terus Berkembang
Seiring berkembangnya bisnis kuliner, kebutuhan kemasan menjadi semakin beragam. Restoran, katering, bakery, usaha makanan rumahan, hingga bisnis berbasis delivery dapat membutuhkan jenis kemasan yang berbeda sesuai karakter produk dan model penjualannya.
Salah satu pelaku industri yang melayani kebutuhan tersebut adalah Ecopaq Indonesia, produsen dan supplier kemasan makanan berbasis kertas di Indonesia yang melayani kebutuhan UMKM kuliner, restoran, katering, bakery, serta berbagai bisnis F&B. Ecopaq menyediakan berbagai kategori kemasan makanan berbasis kertas, antara lain lunch box, paper bowl, food pail, box kue, box donat, snack box, dan paper bag, dengan pilihan produk ready stock serta opsi custom untuk kebutuhan branding usaha.
"Banyak pelaku UMKM fokus pada tampilan kemasan, padahal jenis makanan, kandungan minyak atau kuah, ukuran porsi, serta metode pengiriman juga perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan kemasan. Kemasan yang tepat adalah kemasan yang sesuai dengan kebutuhan produk dan model bisnisnya," ujar Anthony Hartono, Founder Ecopaq Indonesia.
Selain menyediakan produk ready stock, Ecopaq Indonesia juga melayani kebutuhan custom packaging untuk membantu bisnis menyesuaikan kemasan dengan identitas merek dan kebutuhan produknya. Pemilihan jenis dan ukuran kemasan yang tepat dapat dimulai dari karakter makanan yang akan dikemas, cara penyajian, serta metode distribusinya.
Bagi pelaku usaha kuliner, keputusan mengenai kemasan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga. Keamanan untuk penggunaan yang dituju, ketahanan, fungsi saat delivery, kebutuhan branding, ketersediaan stok, dan fleksibilitas pemesanan merupakan faktor yang dapat dipertimbangkan secara bersamaan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: