- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Puluhan Pekerja Ricuh di Mall Bekasi, Ternyata Gegara SPG Berkali-kali Digoda...
Kredit Foto: Unsplash/Kristina Tripkovic
Suasana di area pintu masuk Mall Bekasi mendadak berubah ricuh pada Senin (7/9/2026) malam. Sekitar 30 pekerja tenant terlibat keributan massal yang kemudian terekam kamera dan viral di media sosial, hingga mengundang perhatian publik.
Bentrokan antarkelompok pekerja itu sontak membuat situasi di sekitar mal memanas. Aparat kepolisian bersama tim keamanan mal pun langsung turun tangan untuk mengamankan lokasi dan mencegah perkelahian meluas.
Kapolsek Bekasi Utara, AKP Tono Listianto, menjelaskan bahwa keributan tersebut bermula dari rasa tidak nyaman seorang pekerja perempuan atau Sales Promotion Girl (SPG) berinisial AS terhadap staf tenant pria berinisial A. Dari hasil pemeriksaan di ruang mediasi, AS mengaku kerap digoda oleh A.
Baca Juga: Sampai Dibilang Sombong, Purbaya Sengaja Lakukan Ini Demi Selamatkan Kepercayaan Pasar
Persoalan itu disebut bukan kali pertama terjadi. Insiden serupa bahkan disebut pernah terjadi dalam kegiatan di mall yang sama sejak tahun 2025 lalu. Ketegangan kemudian memuncak ketika A kedapatan berjalan di samping AS sambil mengarahkan ponselnya dengan gestur seolah sedang mengambil foto atau video.
Merasa terganggu dengan tindakan tersebut, AS kemudian melaporkannya kepada pimpinan stannya berinisial F. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan upaya klarifikasi.
Sekitar pukul 18.30 WIB pada sore harinya, AS bersama atasannya mendatangi booth A untuk membicarakan persoalan tersebut di hadapan pemilik stan. Pertemuan awal itu sebenarnya sempat berakhir damai. Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan saling meminta maaf tanpa memperpanjang persoalan.
Namun, perdamaian tersebut ternyata belum benar-benar meredakan ketegangan. Saat para pekerja hendak meninggalkan area mall menjelang tengah malam, cekcok antarrekan kerja kembali pecah.
Situasi yang awalnya hanya berupa adu mulut kemudian berubah menjadi perkelahian fisik. Sekitar 30 orang dari kedua kelompok pekerja terlibat dalam keributan tersebut.
“Perkelahian antara pekerja booth dengan pekerja tenan disebabkan karena pihak kesatu (AS) tidak suka dan merasa tidak nyaman atas tindakan pihak kedua (A) yang selalu menggoda pihak kesatu,” katanya.
Dalam pemeriksaan, A mengakui dirinya memang memiliki ketertarikan kepada AS dan beberapa kali menyapa korban. Ia juga menyampaikan permohonan maaf serta mengakui kesalahannya karena telah membuat AS merasa tidak nyaman.
Manajemen mall bersama pihak kepolisian kemudian kembali memfasilitasi mediasi kedua belah pihak. Proses tersebut berlangsung hingga Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Hasilnya, kedua pihak sepakat mengakhiri perselisihan secara damai dan tidak melanjutkan persoalan tersebut ke jalur hukum kepolisian. Sebagai bentuk komitmen, A menandatangani surat perjanjian di atas meterai untuk tidak mengulangi perbuatannya.
“Apabila ada karyawan yang melanggar kesepakatan bersedia di mutasi keluar area mal," ungkap AKP Tono Listianto.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: