Dinkes Sumut soal Viralnya Siswa Hilang Ingatan Akibat Keracunan MBG, 'Adik Kurang Nyaman karena Kurang Nyaman Jadi Sorotan'
Kredit Foto: Istimewa
Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara, seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial FP (16) sempat diisukan mengalami hilang ingatan hingga 70 persen setelah diduga mengalami keracunan massal dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus ini sempat menyita perhatian publik karena korban harus menjalani rangkaian pengobatan jalan secara intensif di RSUP H Adam Malik, Kota Medan, serta bolak-balik ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.
Menanggapi isu yang telanjur beredar luas di tengah masyarakat tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara akhirnya buka suara dan memberikan bantahan keras.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, secara tegas membantah klaim bahwa korban mengalami penurunan atau kehilangan memori hingga 70 persen.
Berdasarkan data medis yang dikantongi lembaganya, kondisi neurologis FP terpantau baik. Pihaknya bahkan telah melakukan pengecekan ulang melalui tes Electroencephalography (EEG) di dua rumah sakit berbeda, yakni Rumah Sakit Haji Medan dan RSUP H Adam Malik. Hasil dari kedua rumah sakit tersebut menunjukkan rekam medis yang sepenuhnya normal.
"Hasil asesmennya normal, secara medis juga sudah bagus. Dua referensi dari Rumah Sakit Haji Medan dan Rumah Sakit Umum Provinsi Haji Adam Malik hasilnya bagus dan EEG-nya normal," ujar Faisal.
Faisal menjelaskan, memori korban yang sempat terganggu sesaat setelah sadar bukan karena kerusakan fungsi otak permanen, melainkan dampak fisiologis dari rasa sakit luar biasa yang sempat mendera tubuh korban.
Selain faktor fisik, hasil pemeriksaan dari tim psikiater menunjukkan adanya tekanan mental yang dialami sang siswi.
Korban dilaporkan mengalami trauma psikologis lantaran merasa tidak nyaman mendadak menjadi sorotan publik akibat kasus yang menimpanya.
"Dari sisi tes psikiater, adik ini trauma, dan dia kurang nyaman karena menjadi sorotan. Enggak ada hilang ingatan 70 persen. Iya, sempat hilang ingatan sebentar ketika sudah sadar, tetapi sekarang sudah normal, dan itu efek dari rasa sakit yang dialaminya berlebihan," paparnya.
Dinkes Sumut memastikan pihaknya akan terus memberikan pendampingan medis serta psikologis yang komprehensif agar kondisi kesehatan fisik dan mental korban dapat pulih sepenuhnya seperti sediakala.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: