Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, dari Rekam Jejak Fiskal hingga Komitmen Jaga Defisit APBN

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, dari Rekam Jejak Fiskal hingga Komitmen Jaga Defisit APBN Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil langsung menegaskan komitmennya menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk memastikan defisit tetap berada di bawah 3 persen.

Pelantikan Suahasil ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029.

Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pergantian tersebut menjadi satu-satunya perubahan yang disebut dalam reshuffle keenam Kabinet Merah Putih sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden RI pada Oktober 2024.

Dalam prosesi pelantikan, Suahasil mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian sumpah jabatan yang dibacakan Presiden Prabowo dan diikuti Suahasil.

Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Suahasil Pastikan Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen

Usai pelantikan, Suahasil langsung menyampaikan arah awal pengelolaan fiskal di bawah kepemimpinannya. Ia memastikan defisit APBN tetap dijaga di bawah 3 persen.

"Defisit akan tetap di bawah 3 persen," kata Suahasil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Suahasil mengatakan dirinya menerima panggilan dari Istana sebelum kemudian menghadap langsung kepada Presiden Prabowo. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai isi pertemuan tersebut.

"Ditelepon oleh Istana dan tadi saya menghadap Bapak Presiden," ujarnya.

Selain menjaga defisit, Suahasil menempatkan kredibilitas APBN sebagai prioritas. Menurutnya, kredibilitas anggaran negara tidak hanya ditentukan oleh pengelolaan keuangan, tetapi juga oleh komunikasi pemerintah kepada publik.

Karena itu, ia berkomitmen menjaga agar kebijakan dan pelaksanaan APBN dapat disampaikan secara terbuka serta dipercaya masyarakat.

"Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya," kata Suahasil.

Suahasil juga memastikan APBN akan diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah. Ia mengatakan program kerja prioritas nasional yang telah mendapatkan arahan Presiden dan kabinet akan menjadi fokus Kementerian Keuangan.

Menurutnya, APBN harus mampu mendukung pelaksanaan program tersebut dengan tetap mempertahankan kredibilitas pengelolaan anggaran negara.

"Dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah," ujarnya.

Suahasil menambahkan, program prioritas nasional merupakan agenda yang telah mendapatkan arahan dari Presiden maupun kabinet.

"Teman-teman media mengikuti dan meng-cover terus selama ini yang namanya program kerja prioritas nasional. Itu adalah prioritas dari negara kita dan telah mendapatkan arahan dari Presiden maupun kabinet bahwa itu yang harus kita fokuskan, prioritaskan di situ," pungkasnya.

Bukan Orang Baru di Kementerian Keuangan

Penunjukan Suahasil sebagai Menkeu melanjutkan perjalanan panjangnya di bidang kebijakan ekonomi dan fiskal. Sebelum kembali dipercaya sebagai Wamenkeu pada Kabinet Merah Putih, ia telah menduduki sejumlah posisi strategis di pemerintahan maupun akademik.

Karier Suahasil dimulai sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) pada 1999. Ia kemudian meraih gelar Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi pada 2009.

Di lingkungan Universitas Indonesia, Suahasil pernah menjabat Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004-2005, Kepala Lembaga Demografi pada 2005-2008, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009-2013.

Pengalamannya di bidang kebijakan publik kemudian berkembang ketika ia menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011. Pada periode yang sama, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah.

Suahasil juga pernah menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada 2010-2015 serta anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013-2014.

Kariernya di Kementerian Keuangan semakin menonjol setelah ditetapkan sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 31 Oktober 2016. Tiga tahun kemudian, tepatnya 25 Oktober 2019, ia dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju.

Suahasil kembali menjabat sebagai Wamenkeu setelah dilantik dalam Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024, sebelum akhirnya naik menjadi Menteri Keuangan pada September 2026.

Suahasil merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1994.

Pendidikan kemudian dilanjutkan ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) pada 1997. Pada 2003, ia menyelesaikan program doktoral bidang ekonomi dan memperoleh gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dari University of Illinois at Urbana-Champaign.

Harta Kekayaan Suahasil Tembus Rp138,17 Miliar

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang disampaikan pada 27 Februari 2026, Suahasil tercatat memiliki total harta kekayaan Rp138,17 miliar setelah dikurangi utang.

LHKPN tersebut disampaikan ketika Suahasil masih menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan berstatus verifikasi administratif lengkap.

Komponen terbesar hartanya berasal dari surat berharga senilai Rp66,88 miliar, sedangkan tanah dan bangunan mencapai Rp49,86 miliar.

Suahasil juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp9,08 miliar, kas dan setara kas Rp6,04 miliar, serta harta lainnya Rp5,12 miliar. Adapun alat transportasi dan mesin tercatat Rp1,23 miliar.

Total harta sebelum dikurangi utang mencapai Rp138,20 miliar. Sementara itu, utang yang dilaporkan sebesar Rp33,99 juta sehingga kekayaan bersih Suahasil tercatat Rp138,17 miliar.

Kini, Suahasil mengambil alih posisi Menteri Keuangan dengan mandat melanjutkan pengelolaan APBN sekaligus memastikan anggaran negara tetap kredibel dan mendukung program prioritas pemerintah.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri