Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekonomi Kreator Indonesia Diproyeksi Sumbang Rp6.000 Triliun pada 2030, UMKM Harus Maksimalkan ROI

Ekonomi Kreator Indonesia Diproyeksi Sumbang Rp6.000 Triliun pada 2030, UMKM Harus Maksimalkan ROI Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ekonomi kreator di Indonesia diproyeksikan semakin berperan dalam aktivitas komersial hingga 2030. Studi The Art & Science of Authenticity yang dilakukan TikTok bersama Accenture Song memperkirakan dampak komersial kreator Indonesia dapat mencapai US$376 miliar atau sekitar Rp6.000 triliun pada 2030.

Nilai tersebut diproyeksikan meningkat 1,5 kali lipat dibandingkan nilai saat ini. Proyeksi itu juga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan dampak komersial kreator terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Pertumbuhan ekonomi kreator turut terlihat dari semakin banyaknya kreator yang berhasil memonetisasi konten dan bekerja sama dengan merek. Sepanjang kuartal III 2025, TikTok mencatat kenaikan lebih dari 2.000% secara tahunan dalam jumlah kreator yang masuk ke aktivitas monetisasi dan kolaborasi dengan berbagai brand.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya ditopang oleh influencer dengan jumlah pengikut besar. Kreator sehari-hari atau everyday creators dengan konten yang sederhana dan autentik juga semakin mendapat ruang.

Kondisi ini membuka peluang bagi brand untuk membangun kerja sama dengan lebih banyak kreator. Bagi pelaku usaha, kolaborasi tersebut juga dapat menjadi alternatif untuk menjangkau konsumen dengan pendekatan yang lebih beragam.

Seiring semakin matangnya pasar, ukuran keberhasilan kampanye kreator juga mulai bergeser. Jika sebelumnya viralitas dan jumlah tayangan menjadi perhatian utama, brand kini semakin dituntut mengukur Return on Investment (ROI) atau tingkat pengembalian dari aktivitas pemasaran.

Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah engagement rate. Kreator tier nano dengan 1.000 hingga 10.000 pengikut, misalnya, umumnya mencatat engagement rate 7-12 persen. Kreator pada kategori ini dinilai sesuai untuk kemitraan UMKM lokal maupun program afiliasi TikTok Shop.

Sementara itu, kreator dengan basis pengikut yang lebih besar dapat dimanfaatkan untuk kampanye brand awareness dengan cakupan yang lebih luas.

Selain pemilihan kreator, performa konten juga dipengaruhi strategi distribusi. Riset akademik menunjukkan algoritma For You Page (FYP) TikTok berperan dalam memperluas jangkauan audiens dan menarik penonton baru.

Karena itu, memahami Jadwal FYP TikTok atau waktu unggah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan brand dan kreator. Konten yang dipublikasikan ketika audiens lebih aktif berpeluang memperoleh jangkauan organik lebih besar sebelum didukung anggaran iklan.

Pendekatan tersebut memungkinkan brand menguji respons audiens terhadap suatu konten dengan biaya lebih rendah. Setelah menemukan format dan pesan yang menunjukkan performa, anggaran berbayar dapat diarahkan untuk memperkuat konten tersebut.

Dengan semakin besarnya potensi ekonomi kreator, strategi kolaborasi antara brand dan kreator pun dituntut semakin berbasis data. Pemilihan kreator, pemahaman perilaku audiens, tingkat keterlibatan, hingga waktu publikasi menjadi sejumlah faktor yang dapat menentukan efektivitas kampanye.

Perkembangan ini menunjukkan ekonomi kreator tidak lagi sekadar menjadi bagian dari tren pemasaran digital. Bagi brand, kolaborasi dengan kreator mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi untuk menghasilkan konversi dan pengembalian investasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: