Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Konten Kreator dari Medan Ngaku Ditawari Rp80 Juta Buat Bungkam Soal Karhutla

Konten Kreator dari Medan Ngaku Ditawari Rp80 Juta Buat Bungkam Soal Karhutla Kredit Foto: Freepik.com/stockking
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konten kreator asal Medan, Rahmat Hidayat atau yang dikenal dengan nama Aleh, menolak tegas tawaran kerja sama senilai Rp80 juta dari oknum tak dikenal yang memintanya untuk tidak lagi membuat konten terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui akun media sosialnya, Aleh meluapkan kemarahannya dan menilai tawaran tersebut sebagai tindakan yang tidak berempati terhadap keselamatan masyarakat yang sedang terdampak kabut asap.

Aleh membeberkan bahwa dirinya dihubungi oleh seseorang bernama Rasman yang mengaku ingin mengajak kolaborasi. Namun, inti dari penawaran tersebut adalah meminta Aleh agar tidak menyuarakan atau membahas isu karhutla di platform digitalnya dengan kompensasi imbalan uang tunai.

Bukannya tergiur, Aleh justru mengecam keras upaya pembungkaman tersebut di tengah kondisi Kota Medan dan sekitarnya yang kian diselimuti kabut asap tebal.

Aleh menyentil pihak yang melemparkan tawaran tersebut karena dinilai menghamburkan anggaran demi meredam narasi kritis, di saat rakyat sedang kesulitan akibat ancaman kesehatan serta tingginya harga masker di pasaran.

Ia menilai sudah mahfum jika asap karhutla dinilai telah mengancam keselamatan warga secara langsung.

Tak hanya itu, Aleh, bahkan mempertanyakan apakah uang pajak yang disetorkan rakyat justru dipakai untuk membayar pihak-pihak tertentu demi menutupi isu bencana.

"Kacauu, aku dapat tawaran kerja sama, malam ini untuk tidak membahas isu Karhutla. Negara sakit, sakit, heyyy! Bahaya dong! Siapa yang nyuruh! Berarti selama ini rakyat bayar pajak, uangnya tidak jelas, buat bayar begini?!" tegas Aleh.

Aksi penolakan tegas dari Aleh ini mendadak tular dan memicu gelombang simpati serta dukungan dari para pengikutnya di media sosial.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: