Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jalan Terjal Anies Baswedan Menuju Pilpres 2029, Masihkah Punya Panggung dan Pengusung?

Jalan Terjal Anies Baswedan Menuju Pilpres 2029, Masihkah Punya Panggung dan Pengusung? Kredit Foto: Akun X @Hilmi28
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konstelasi politik menuju Pilpres 2029 mulai menjadi perhatian sejumlah pengamat dan elite politik. Salah satu faktor yang dinilai akan memengaruhi peta persaingan adalah penerapan aturan pencalonan presiden setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Politikus dan ahli strategi media Muchlis A Rofik menyebut aturan tersebut akan menjadi salah satu penentu konfigurasi politik mendatang.

"Peta pertarungan 2029 akan sangat ditentukan oleh eksekusi keputusan MK soal threshold pencalonan presiden," tulis Muchlis, dikutip Selasa (22/9/2026).

Ia kemudian mengangkat analisis pengamat politik Saiful Mujani mengenai posisi Presiden Prabowo Subianto sebagai petahana. Menurut Saiful, status petahana biasanya menjadi faktor awal yang diperhitungkan dalam membaca kontestasi berikutnya.

"Pemilihan presiden yang akan datang itu bisa menghadirkan inkamben, Pak Prabowo bisa maju, seperti Pak Jokowi 2019. Biasanya inkamben itu dulu yang pertama-tama yang dihitung. Sangat menentukan peta," kata Saiful.

Namun, Saiful melihat ruang politik dapat semakin terbuka apabila Prabowo tidak lagi dianggap dominan. Kondisi itu memungkinkan tokoh dan partai lain mulai menghitung peluang untuk mengajukan kandidat masing-masing.

"Jadi Pak Prabowo tidak lagi posisi yang dominan, maka orang bisa berani. Untuk melihat peluang, kemungkinan untuk maju sebagai calon presiden," ujarnya.

Sementara itu, nama Anies Baswedan juga kembali masuk dalam pembahasan. Muchlis mempertanyakan apakah daya tarik elektoral Anies masih cukup kuat untuk membuat partai politik mempertimbangkannya pada 2029.

Baca Juga: Anies Batal, Duet Gibran dan KDM Disebut Lebih Jelas

Saiful menilai Anies masih memiliki modal elektoral. Ia merujuk pada dukungan terhadap Anies pada Pilpres 2024 yang membuat NasDem, PKS, dan PKB membentuk koalisi untuk mengusungnya.

"Anies Baswedan punya daya tarik elektoral sendiri," kata Saiful.

Menurut Saiful, partai politik akan tetap memperhitungkan basis pemilih ketika menentukan tokoh yang akan diusung. Karena itu, perkembangan elektabilitas dan perubahan aturan pencalonan akan menjadi bagian penting dari dinamika menuju Pilpres 2029.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy