Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menjadi perhatian sejumlah partai politik. PDI Perjuangan bahkan disebut sebagai salah satu poros penting yang dinantikan menyatakan kesiapan menghadapi kontestasi tersebut.
Namun, Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menegaskan bahwa partainya belum ingin membicarakan urusan pemilu maupun Pilpres 2029. Untuk saat ini, PDIP memilih memusatkan perhatian pada penanganan berbagai persoalan kebencanaan di sejumlah daerah.
Ganjar menyebut PDIP tengah berkonsentrasi membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), kesiapsiagaan menghadapi erupsi gunung berapi, serta persoalan kekeringan yang menyebabkan masyarakat membutuhkan pasokan air.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap masyarakat.
Menurut Ganjar, rentetan bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia merupakan pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian bersama. Sumber daya yang tersedia dinilai perlu segera digerakkan untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Sejumlah persoalan yang disebut Ganjar antara lain gempa di NTT, banjir di Aceh dan sekitarnya, karhutla, kekeringan, hingga kesulitan memperoleh air bersih. Kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung panjang juga menjadi perhatian.
Ganjar turut menyinggung sejumlah erupsi gunung berapi yang berdampak terhadap sektor lain. Berbagai persoalan tersebut dinilai sebagai masalah masyarakat yang perlu menjadi prioritas untuk ditangani saat ini.
Pernyataan Ganjar tersebut disampaikan setelah Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyoroti perkembangan sejumlah poros politik menuju Pilpres 2029.
Doli sebelumnya menilai pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam peringatan HUT ke-25 Demokrat pada 5 September 2026 memberikan sinyal mengenai kesiapan poros politik Cikeas menghadapi Pilpres 2029.
Menurut Doli, sinyal dari Cikeas tersebut melengkapi pernyataan Budi Arie yang sebelumnya dinilai mewakili poros politik Solo dan telah menunjukkan kesiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.
Doli kemudian menyoroti belum munculnya pernyataan serupa dari poros politik lain yang dinilainya penting, yakni Teuku Umar atau PDI Perjuangan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi dan Gibran Diwacanakan Maju Pilpres, Budi Arie Sebut Mirip Gaya Jokowi
Ia menilai menjadi hal yang menarik apabila dalam waktu dekat PDIP belum juga menyatakan kesiapan untuk bertarung dalam Pilpres 2029.
Bagi Doli, pidato AHY dan pernyataan Budi Arie menunjukkan bahwa pertarungan menuju Pilpres 2029 mulai berlangsung secara terbuka. Dua poros politik yang disebutnya sebagai Solo dan Cikeas dinilai telah mulai memasang kuda-kuda masing-masing.
Di tengah perkembangan tersebut, Ganjar menegaskan PDIP belum mengambil posisi untuk membicarakan kontestasi Pilpres 2029. Fokus partai saat ini masih diarahkan pada persoalan yang dinilai lebih mendesak, terutama penanganan bencana dan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat