Dipanggil Presiden, BRIN Siapkan Inovasi Tekstil dan Sepatu Targetkan Komersial Desember 2026
Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan sejumlah hasil riset dan inovasi untuk mendukung penguatan industri tekstil dan sepatu nasional. Produk yang disiapkan mencakup mesin produksi kain organik berbahan limbah daun nanas hingga smart insole untuk kebutuhan rehabilitasi dan keselamatan.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pihaknya mendapat undangan Presiden untuk membahas penguatan industri tekstil dan sepatu bersama sejumlah kementerian terkait pada Selasa (22/9/2026).
"Ya, kami mendapat undangan dari Bapak Presiden pada siang hari ini untuk rapat berkaitan dengan industri tekstil ya, dan juga industri sepatu," kata Arif saat ditemui di Istana, Selasa (22/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, BRIN diminta memaparkan riset dan inovasi yang dapat menunjang penguatan industri tekstil nasional.
"Jadi kita dengan nanti dengan Pak Menko dan juga dengan beberapa menteri akan mendiskusikan berbagai isu, dan tentu kami diundang terkait dengan riset dan inovasi apa yang bisa menunjang untuk penguatan industri tekstil," lanjutnya.
Arif mengatakan BRIN telah memiliki sejumlah inovasi yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan industri tekstil. Salah satunya berupa mesin yang dapat digunakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membuat kain organik dari limbah daun nanas.
Selain itu, BRIN mengembangkan inovasi terkait pengolahan limbah tekstil dan penciptaan material baru. Material tersebut antara lain diarahkan untuk menghasilkan pakaian dengan karakteristik anti-bakteri dan anti-UV.
“Dan saya kira masih banyak lagi inovasi-inovasi lain yang dimiliki oleh BRIN termasuk kalau tekstil baik pengolahan limbah ya, maupun dari maupun penciptaan material-material baru yang bisa membuat pakaian anti-bakteri, anti-UV,” ujarnya.
Di industri sepatu, BRIN menyiapkan produk yang ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Sepatu tersebut dirancang dengan mempertimbangkan harga, daya tahan, kemudahan perawatan, dan kenyamanan pengguna.
“Ya, memang ada sepatu yang kita siapkan untuk siswa yang tidak mampu, ya. Sepatu yang murah, awet, kemudian mudah dirawat, dan juga nyaman,” kata Arif.
BRIN juga mengembangkan teknologi smart insole atau sol dalam sepatu pintar. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memantau proses rehabilitasi penderita stroke.
Baca Juga: Profesor BRIN Ingatkan Mimpi Buruk Krakatau 1883, Soroti Erupsi Anak Krakatau
Baca Juga: Amran Belum Mau Hitung Stok Singkong untuk Pemadam Karhutla, Tunggu Uji BRIN
Baca Juga: Ikuti Perintah Prabowo, BRIN Siap Uji Kecanggihan Tepung Ubi untuk Padamkan Karhutla
Selain untuk kebutuhan rehabilitasi, smart insole dikembangkan untuk penerjun payung, khususnya dalam memantau posisi kaki ketika melakukan pendaratan guna mendukung aspek keselamatan.
Arif mengatakan sejumlah produk inovasi BRIN tersebut direncanakan masuk tahap komersialisasi pada Desember 2026 melalui agenda Innovation Summit.
“Ya, kita rencananya untuk yang sepatu ini insya Allah bulan Desember ya, karena kita kan ada Innovation Summit nanti ya, insya Allah sejumlah produk-produk BRIN akan kita komersialkan,” ujar Arif.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: