Kredit Foto: Dokumentasi Kementerian Pertanian
Tiga anak dari petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas ditembak saat menjalankan tugas kini mendapat kesempatan melanjutkan kehidupan melalui pekerjaan di Perum Bulog. Langkah tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersamaan dengan penyerahan bantuan untuk keluarga para korban.
Amran mengatakan tiga anak korban yang telah menyelesaikan pendidikan sudah diterima bekerja di Bulog. Sementara itu, empat anak lainnya yang masih bersekolah mendapatkan beasiswa agar pendidikan mereka tetap berlanjut.
"Ada tiga orang anak yang ditinggalkan yang sudah selesai, kita pekerjakan. Diterima kerja di Bulog. Terima kasih Pak Dirut. Yang masih sekolah kita beri beasiswa," kata Amran dalam konferensi pers di Kementan Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026).
Amran menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani yang menerima tiga anak korban sebagai pegawai. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu keluarga yang kehilangan anggota keluarga saat menjalankan tugas.
Selain pekerjaan, pemerintah memberikan beasiswa Rp50 juta kepada masing-masing dari empat anak korban yang masih bersekolah. Amran mengatakan dana tersebut diharapkan menjadi tabungan pendidikan yang dapat digunakan hingga mereka melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.
"Ini (beasiswa) disimpan nanti, tabungan untuk sekolah. Kami harapkan anak-anak yang ditinggalkan itu pendidikannya tinggi dan doakan orang tuanya yang telah gugur dalam tugas," ujarnya.
Secara keseluruhan, Amran menyebut dukungan yang diberikan kepada keluarga tiga petugas tersebut mencapai Rp300 juta. Bantuan disalurkan langsung kepada keluarga korban, termasuk orang tua, pasangan, serta saudara yang ditinggalkan.
Amran juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan, dan Willi Mbuik. Ketiganya merupakan petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang meninggal setelah menjadi korban penembakan saat menjalankan tugas di Papua Pegunungan.
"Kami atas nama pemerintah dari Kementerian Pertanian mengucapkan belasungkawa, duka cita yang mendalam kepada almarhumah dan almarhum. Semoga beliau diterima di sisi-Nya. Beliau pahlawan-pahlawan pangan kita yang gugur pada saat mengantar pangan ke wilayah terjauh, terpinggir di daerah Provinsi Jayawijaya, Papua Pegunungan," imbuh Amran.
Penembakan terhadap ketiga petugas tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2026). Saat itu, mereka merupakan bagian dari rombongan 11 pegawai Dinas Pertanian yang melakukan perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah.
Baca Juga: Protes Status Tersangka, Eks Wamen Imipas Bandingkan Perlakuan KPK Terhadap Menteri Nusron Wahid
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 15.53 WIT di wilayah Muliama, Papua Pegunungan. Dalam insiden tersebut, Willi mengalami luka tembak sebelum meninggal setelah mendapat penanganan medis di RSUD Wamena, sedangkan Aprida dan Alfonsius meninggal di lokasi kejadian.
Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut penembakan tersebut diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata dari wilayah Nduga. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas dan keterlibatan pelaku.
Peristiwa tersebut tidak membuat pemerintah menghentikan program pangan dan pertanian di Papua Pegunungan. Sebelumnya, Amran justru meminta aparat memberikan jaminan keamanan bagi petugas yang tetap menjalankan berbagai program pertanian di wilayah tersebut.
Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional juga menyatakan program bantuan pangan dan ternak di Papua Pegunungan tetap berjalan setelah insiden penembakan. Pemerintah pada saat yang sama memberikan dukungan kepada keluarga korban, mulai dari pekerjaan bagi anak yang telah lulus hingga beasiswa bagi mereka yang masih menempuh pendidikan.
Keluarga tiga petugas yang gugur tidak hanya mendapat bantuan langsung setelah kehilangan anggota keluarga. Anak-anak korban juga disiapkan untuk melanjutkan pendidikan dan memasuki dunia kerja, sementara program pangan yang menjadi tugas orang tua mereka tetap dilanjutkan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama