Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasang Badan Buat Prabowo! Pigai Meluruskan Isu 'Pakar Goblok': Nggak Semua Pengamat yang Disentil!

Pasang Badan Buat Prabowo! Pigai Meluruskan Isu 'Pakar Goblok': Nggak Semua Pengamat yang Disentil! Kredit Foto: Yaspen Martinus
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menjelaskan maksud pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut ada pakar yang “saking pintarnya jadi goblok”. Menurut Pigai, ucapan tersebut tidak ditujukan kepada seluruh pakar.

Pigai mengaitkan pernyataan Prabowo dengan fenomena post-truth, ketika kebenaran disebut diabaikan dan digantikan oleh narasi yang tidak sesuai fakta.

"Ini hanya post-truth aja yang Pak Prabowo bilang. Tidak semua ya. Post-truth ya. Post-truth itu kan orang yang ramai-ramai membungkam kebenaran," ujar Pigai, dikutip Selasa (22/9/2026).

Ia menjelaskan, kritik Prabowo menurutnya diarahkan kepada pihak yang dianggap meniadakan kebenaran, bukan kepada setiap pakar yang memberikan pandangan berbeda.

"Orang yang ramai-ramai mematikan kebenaran. Orang yang tidak mau mengakui kebenaran. Tapi dia munculkan atau dia menciptakan kebohongan," tambahnya.

Pigai bahkan menilai generalisasi justru muncul ketika pernyataan Prabowo diperluas seolah menyasar seluruh pakar.

"Yang generalisir siapa? Mereka yang generalisir. Mereka pelaku-pelaku pemain media sosial itu yang generalisir," lanjutnya.

Di sisi lain, Pigai menegaskan pemerintah tetap membutuhkan kritik. Ia hanya meminta penilaian terhadap kebijakan dilakukan secara objektif, termasuk dengan mengakui program yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Saya ingin sampaikan bahwa sekali-kali menyampaikan penilaian yang objektif terhadap misalnya program-program unggulan untuk kepentingan masyarakat," tegasnya.

Ia menyebut sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, dan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai contoh kebijakan yang menurutnya perlu turut dinilai dari sisi positifnya.

"Tapi dengan pernyataan kita itu, mensimplikasi, menyederhanakan, meniadakan kebaikan," sesalnya.

Menurut Pigai, kekurangan dalam pelaksanaan program tetap dapat dikritik. Bahkan, tuntutan agar pejabat diganti juga menurutnya tidak perlu dianggap sebagai persoalan selama disampaikan sebagai bagian dari evaluasi.

"Sampai disuruh menterinya turun tidak apa-apa. Saya disuruh turun juga tidak masalah," tandasnya.

Ia kembali menekankan bahwa penilaian terhadap pemerintah seharusnya tidak hanya berisi kritik, tetapi juga mempertimbangkan fakta dan capaian yang ada.

"Tapi tolong dinilai kebaikan-kebaikan itu harus harus ditempatkan. Itulah yang namanya pakar yang objektif," kuncinya.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri perayaan HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta. Dalam pidatonya, ia juga menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Pigai: Saya Disuruh Turun sebagai Menteri Tak Masalah, tapi Pakar Harus Akui Capaian Pemerintah

"Saya bersumpah ingin melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya," kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyindir sejumlah pakar yang menurutnya memberikan kritik tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok," sindirnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy