Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mengerahkan Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak, Desa Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
Dalam operasi tersebut, Satbrimob Polda Jambi menggunakan 70 dirigen atau setara 1.400 liter cairan X-Fire SILOG POLRI 01 untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas.
Cairan X-Fire merupakan inovasi Staf Logistik (Slog) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dirancang untuk penanganan kebakaran lahan gambut. Salah satu keunggulan cairan tersebut adalah efisiensi penggunaan air.
Formula X-Fire juga dapat meresap ke dalam gambut untuk memadamkan bara di bawah permukaan, mendinginkan area terbakar, serta mencegah api kembali menyala.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan pemilihan metode menjadi salah satu faktor dalam penanganan karhutla di lahan gambut.
"Polda Jambi terus mengoptimalkan seluruh sumber daya dan sarana yang tersedia dalam penanganan karhutla. Penggunaan cairan X-Fire oleh Satbrimob Polda Jambi merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pemadaman, mendinginkan area yang terbakar serta mencegah api kembali menyala," ujar Erlan dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).
Menurut Erlan, penanganan di lahan gambut harus dilakukan secara cepat dan tepat karena api tidak hanya membakar di permukaan, tetapi juga dapat menjalar ke dalam tanah dan kembali muncul apabila bara belum padam sepenuhnya.
"Sebanyak 1.400 liter cairan X-Fire yang digunakan diharapkan dapat membantu personel melakukan pemadaman secara lebih efektif. Karakteristik cairan tersebut juga membantu meredam asap dan bara api," jelasnya.
Baca Juga: Pigai Sebut Rakyat Tak Salah Gugat Prabowo soal Karhutla: Saya Pikir Itu...
Baca Juga: Prabowo Digugat Soal Karhutla Kalbar, Warga Minta Status Bencana Nasional
Baca Juga: Karhutla Terus Berulang, Mengapa Kita Masih Sibuk Memadamkan Api?
Erlan menambahkan, formula X-Fire juga dikembangkan dengan mempertimbangkan kelestarian ekosistem gambut sehingga dapat menekan produksi asap pekat.
Ia mengimbau masyarakat yang menemukan titik api agar segera melaporkannya kepada petugas terdekat sehingga dapat ditangani sedini mungkin.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri