Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Pagi Ini Menguat, Naik 0,33% ke Level 6.297

IHSG Pagi Ini Menguat, Naik 0,33% ke Level 6.297 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026), melanjutkan penguatan di awal sesi setelah pasar dibuka.

Berdasarkan data BEI, IHSG naik 20,91 poin atau 0,33% ke level 6.297,95 pada pembukaan perdagangan. Beberapa menit setelah perdagangan dimulai, penguatan IHSG berlanjut hingga 0,61%.

Pada awal perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.297,95 hingga 6.315.

Sebanyak 222 saham tercatat menguat, sementara 89 saham melemah dan 323 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai sekitar Rp94,34 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 175,62 juta saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 22.137 kali.

IHSG Dipengaruhi Sentimen BI

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu (23/9/2026).

"Proyeksi tersebut menjadi salah satu sentimen yang dicermati pasar setelah BI sebelumnya mempertahankan BI Rate di level 5,75%," tulis Phintraco Sekuritas.

Phintraco juga memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2026 meningkat menjadi 15% secara tahunan (year on year/yoy). Sebagai perbandingan, pertumbuhan kredit pada Juli 2026 tercatat 13,58% yoy.

Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Penguatan saham teknologi berlanjut, sementara pelemahan sektor keuangan menahan kenaikan indeks secara keseluruhan.

Nasdaq mencatat rekor penutupan baru, didorong penguatan saham-saham terkait teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Pasar juga mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran setelah Presiden Donald Trump menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Isu geopolitik tersebut turut menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap pergerakan harga energi dan sentimen pasar global.

Sementara itu, harga minyak melemah sekitar 1% dan bergerak di bawah US$100 per barel pada 22 September. Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun tipis ke sekitar 4,959%.

Harga emas justru menguat 0,28% ke level US$4.396 per troy ounce.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, RDG BI Jadi Penentu Arah Pasar

Baca Juga: IHSG Diprediksi Uji Level 6.200, BI Rate Jadi Perhatian Pasar

Untuk pasar saham domestik, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji area 6.186–6.200 pada perdagangan Rabu (23/9/2026).

Pergerakan IHSG akan dipengaruhi sejumlah sentimen, mulai dari keputusan BI terkait suku bunga, perkembangan pertumbuhan kredit, hingga dinamika pasar global dan harga komoditas.

Sebelumnya, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak konsolidasi dan mencermati level teknikal tertentu sebagai penentu arah indeks.

Di perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas memilih ISAT, CPIN, BUVA, ASLI, dan EMAS sebagai saham pilihan (top picks).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan