Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar Otomotif Makin Berubah, 5 Bisnis Astra Putar Strategi

Pasar Otomotif Makin Berubah, 5 Bisnis Astra Putar Strategi Kredit Foto: Merlina Aryanti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Grup Astra memperkuat strategi di tengah perubahan industri otomotif nasional, mulai dari pergeseran kebutuhan konsumen, perkembangan kendaraan elektrifikasi, hingga penguatan industri komponen dalam negeri.

Dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu (24/9/2026), lima lini bisnis otomotif Astra, yakni PT Toyota-Astra Motor (TAM), PT Astra Daihatsu Motor (ADM), PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), PT Astra Honda Motor (AHM), dan PT Astra Otoparts Tbk, memaparkan capaian serta strategi bisnisnya, mulai dari penjualan, pangsa pasar, produksi, layanan purna jual, pengembangan SDM, hingga ekosistem kendaraan masa depan.

Marketing Director TAM, Bansar Maduma mengatakan Toyota telah menanamkan investasi lebih dari Rp100 triliun di Indonesia. Sekitar 90% kendaraan Toyota yang dipasarkan di dalam negeri diproduksi secara lokal dengan tingkat kandungan lokal 70%-80%.

Hingga Agustus 2026, penjualan wholesales Toyota mencapai lebih dari 175 ribu unit, tumbuh 9% secara tahunan. Penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus juga melonjak 86% menjadi lebih dari 38 ribu unit.

"Toyota turut memperkuat industri domestik dengan melibatkan lebih dari 360 ribu tenaga kerja Indonesia dan mengekspor kendaraan produksi dalam negeri ke lebih dari 100 negara," kata Bansar.

Marketing Director & Corporate Function Director ADM, Rokky Irvayandi menyatakan, Daihatsu menguasai 33% pasar kendaraan dengan harga hingga Rp300 juta, yang menyumbang sekitar 49% dari total pasar otomotif nasional.

ADM memiliki kapasitas produksi hingga 530 ribu unit per tahun melalui 10 fasilitas di Jakarta, Cibitung, dan Karawang. Pada 2025, perusahaan menambah kapasitas melalui pembangunan pabrik baru di Karawang dengan investasi Rp2,9 triliun.

"Hingga Agustus 2026, penjualan ritel Daihatsu mencapai lebih dari 97 ribu unit, tumbuh sekitar 9%, dengan pangsa pasar 16,3%. Penjualan masih didominasi Gran Max Series sekitar 52%, LCGC 30%, dan Terios 10%," ungkap Rocky.

Di kendaraan komersial, Business Solutions Director IAMI, Anjar Rosjadi mengatakan pasar Januari–Agustus 2026 mencapai 71.759 unit, naik 36,8% dari 52.430 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Isuzu menguasai 26,1% pangsa pasar.

Strategi Isuzu tidak hanya mengandalkan penjualan, tetapi juga layanan purna jual, efisiensi operasional, dan menjaga uptime kendaraan. Perusahaan memiliki 130 outlet 2S dan 3S, lebih dari 2.100 part shop, serta empat Isuzu Parts Depo.

"Dari sisi manufaktur, Isuzu Karawang Plant telah memproduksi 300 ribu unit kendaraan secara kumulatif dan mengekspor lebih dari 4.000 unit ke 25 negara," ujar Anjar.

Di bisnis roda dua, Marketing Director AHM, Octavianus Dwi mengatakan perusahaan memperkuat layanan sekaligus menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri melalui Pos AHASS Teaching Factory (TEFA).

AHM telah memiliki 32 Pos AHASS TEFA di 20 provinsi yang menjadi tempat praktik siswa sekaligus layanan resmi perawatan sepeda motor Honda. Fasilitas ini memberikan akses magang kepada lebih dari 1.000 siswa setiap tahun.

Sejak 2010, AHM bersama jaringan Honda juga membina 716 SMK Mitra Binaan dan 133 Tempat Uji Kompetensi (TUK) di 37 provinsi. 

Baca Juga: Bisnis Lama Seret, Astra Graphia Cari Cuan dari Cyber Security

Baca Juga: Trafik Tol Astra Infra Seret, Pertumbuhan Cuma 2,8%

Baca Juga: Kinerja Keuangan Astra: Tertekan Bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat

"Program tersebut telah menjangkau lebih dari 400 ribu siswa, dengan lebih dari 9.000 siswa memperoleh sertifikasi kompetensi setiap tahun. Hingga Agustus 2026, Pos AHASS TEFA telah melayani 27.211 unit sepeda motor Honda," jelas Octavianus.

Adapun Astra Otoparts memperkuat bisnis komponen melalui pasar original equipment manufacturer (OEM) dan aftermarket serta kolaborasi industri.

Director Astra Otoparts Sophie Handili menambahkan, perusahaan menjadi strategic partner dan platinum sponsor Automechanika Jakarta 2026 dengan membawa 25 perusahaan dalam satu ekosistem yang mencakup komponen mesin, pengereman, suspensi, baterai, ban, hingga produk aftermarket.

Astra Otoparts memiliki jaringan 49 diler utama, 29 kantor penjualan, dan lebih dari 15.000 toko suku cadang di Indonesia, serta melayani ekspor ke lebih dari 50 negara. 

"Perusahaan juga mengembangkan solusi pendukung elektrifikasi, termasuk Astra Otopower, untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik," pungkas dia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan