Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AUTO Pacu Ekspansi 2027, Bidik Pertumbuhan di Atas Industri Otomotif

AUTO Pacu Ekspansi 2027, Bidik Pertumbuhan di Atas Industri Otomotif Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membidik pertumbuhan bisnis yang lebih tinggi dibandingkan industri otomotif nasional pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, perseroan tidak hanya mengandalkan bisnis komponen kendaraan, tetapi juga memperluas pasar aftermarket, menambah pelanggan, hingga mengembangkan portofolio produk di luar otomotif.

Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengatakan, ada tiga strategi utama yang menjadi perhatian perseroan untuk menjaga pertumbuhan tahun depan. Ketiganya meliputi diversifikasi produk, perluasan basis pelanggan, dan penguatan jaringan regional.

“Tiga hal tersebut akan membawa dampak pertumbuhan yang positif, sehingga secara keseluruhan Astra Otoparts akan tumbuh lebih baik. Dan, tingkat pertumbuhannya lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan industri,” ujar Yusak dalam paparan publik, Kamis (5/11/2026).

Salah satu upaya yang disiapkan adalah memperbesar bisnis aftermarket melalui penambahan jaringan ritel. AUTO menargetkan pembukaan sekitar 30 gerai baru pada 2027 untuk memperluas jangkauan penjualan suku cadang dan layanan perawatan kendaraan.

Baca Juga: Penjualan LCGC Anjlok 11% Ini Kata Astra

Direktur Astra Otoparts Tujuh Martogi Siahaan menjelaskan, gerai baru tersebut akan tersebar melalui sejumlah jaringan ritel perseroan, seperti Shop & Drive, Shop & Bike, Motoquick, dan Astra Otoservice.

Penentuan lokasi ekspansi akan mempertimbangkan potensi pasar di masing-masing wilayah, terutama kepadatan populasi kendaraan. Perseroan ingin memastikan investasi gerai baru memiliki prospek permintaan yang memadai.

Selain mengandalkan toko fisik, AUTO juga memperkuat kanal penjualan digital melalui AstraOtoshop.com. Perseroan mengintegrasikan layanan daring dan luring atau online to offline (O2O), sehingga konsumen bisa memesan suku cadang maupun layanan perawatan melalui internet dan melanjutkan pemasangan atau servis di gerai terdekat.

Strategi tersebut menjadi bagian dari pengembangan bisnis aftermarket yang selama ini turut menopang pertumbuhan perseroan.

Direktur Astra Otoparts, Sophie Handili memaparkan, sepanjang 2021 hingga 2025, pendapatan bersih AUTO tumbuh dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 7,1%. Nilainya meningkat dari Rp15,15 triliun pada 2021 menjadi Rp19,91 triliun pada 2025.

Pada periode yang sama, laba bersih tumbuh lebih cepat dengan CAGR 37,8%, dari Rp610 miliar menjadi Rp2,21 triliun. Capaian tersebut menjadi rekor laba bersih tertinggi perseroan dalam periode tersebut.

Menariknya, pertumbuhan AUTO tidak sepenuhnya mengikuti perkembangan produksi kendaraan baru. Bisnis perdagangan komponen justru masih mencatatkan pertumbuhan meskipun jumlah kendaraan yang beroperasi atau unit in operation (UIO) mengalami penurunan.

Sophie menyebut, pendapatan perdagangan komponen kendaraan roda dua tumbuh dengan CAGR 7,4% sepanjang 2021–2025, sementara UIO kendaraan roda dua turun 2%.

Kondisi serupa terjadi pada kendaraan roda empat. Pendapatan perdagangan komponennya tumbuh dengan CAGR 8%, meskipun UIO kendaraan roda empat terkoreksi sekitar 0,6%.

Sementara itu, pada segmen manufaktur, pendapatan komponen kendaraan roda dua mencatatkan CAGR 10,8%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan produksi industri kendaraan roda dua sebesar 4,4%.

Pendapatan manufaktur komponen kendaraan roda empat juga tumbuh dengan CAGR 8,2%, melampaui pertumbuhan produksi industri yang hanya 0,6%.

Menurut Sophie, kinerja tersebut didukung pengembangan produk melalui dua divisi penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D), kolaborasi dengan mitra serta pelanggan original equipment manufacturer (OEM), dan perluasan basis pelanggan.

Di sisi perdagangan, peluncuran produk baru, penguatan jaringan ritel modern, serta meningkatnya kebutuhan suku cadang pengganti menjadi pendorong pertumbuhan. AUTO saat ini memiliki 11 pusat distribusi di Indonesia yang memasok komponen otomotif kepada lebih dari 15.000 peritel.

Kinerja Bisnis hingga kuartal III-2026

Memasuki 2026, pertumbuhan bisnis perseroan masih berlanjut. Hingga kuartal III-2026, AUTO membukukan pendapatan bersih Rp17,02 triliun, meningkat 15% secara tahunan atau year on year (yoy). Laba bersihnya mencapai Rp1,8 triliun atau tumbuh 14,7% (yoy.

Segmen manufaktur menyumbang 54% terhadap total pendapatan dengan nilai Rp9,18 triliun, naik 17,6% (yoy). Adapun segmen perdagangan berkontribusi 46% atau Rp7,84 triliun, tumbuh 12%.

Peningkatan pendapatan manufaktur ditopang permintaan komponen dari pelanggan OEM untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan komersial. Pasokan komponen juga mencakup kendaraan bermesin konvensional atau internal combustion engine (ICE) serta kendaraan elektrifikasi (xEV), baik untuk model yang sudah beredar maupun model baru.

Di luar komponen otomotif, AUTO turut memperluas portofolio ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan industri lainnya. Diversifikasi ini diharapkan membuka sumber pendapatan baru sekaligus mengurangi ketergantungan bisnis terhadap dinamika industri kendaraan.

Baca Juga: Otomotif dan Jasa Keuangan Jadi Motor Pertumbuhan Astra

Baca Juga: Astra Siapkan Program Sosial di 700 Desa, Libatkan Generasi Muda

Dari sisi distribusi, hingga kuartal III-2026 perseroan didukung 49 diler utama dan 28 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang otomotif. AUTO juga mengoperasikan 673 gerai ritel modern, termasuk Shop & Drive, Super Shop & Drive, Astra Otoservice, Shop & Bike, dan Aspira Motoquick.

Perseroan juga memperluas keterlibatan dalam ekosistem kendaraan listrik melalui bisnis infrastruktur pengisian daya Astra Otopower. Hingga akhir kuartal III/2026, layanan tersebut telah mengoperasikan 71 unit di 61 lokasi strategis di Indonesia.

Selain itu, AUTO menghadirkan pengisi daya kendaraan listrik berkapasitas 7 kW bermerek ALTRO melalui layanan Home Charging Services Ultima yang tersedia di aplikasi PLN Mobile.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan