Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Video seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tambusai, Riau, mendadak viral setelah memperlihatkan dirinya mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum makanan dibagikan kepada para siswa. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk pengecekan makanan yang akan dikonsumsi murid.
Dalam rekaman yang beredar, guru tersebut terlihat berdiri di depan tumpukan ompreng makanan. Ia kemudian mengendus aroma makanan yang tersaji sebelum mencicipi seluruh menu di dalam ompreng untuk memastikan kelayakannya.
"Biarlah kami yang duluan mampus mati," kata guru dalam video tersebut.
Baca Juga: Manajer Kopdes Akhirnya Mulai Kerja Bulan Depan, Gajinya Segini...
Guru SMKN 1 Tambusai itu mengaku kebiasaan mencicipi menu MBG sebelum dibagikan kepada siswa sudah dilakukannya sejak sebelum Sudaryono menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kita cium-cium gak ada nampak, nasi masih panas. Jadi kalau kan mati biarlah guru yang mati duluan. Walaupun guru itu sering... Apapun kesalahan itu guru yang salah, biarlah," ujarnya.
Peran guru dalam memastikan keamanan makanan MBG memang sebelumnya disampaikan oleh Kepala BGN Sudaryono. Dalam keterangan BGN pada 24 Agustus 2026, satuan pendidikan disebut memiliki peran sebagai salah satu lapisan pengawasan terakhir sebelum makanan dikonsumsi peserta didik.
Namun, imbauan tersebut kemudian memunculkan polemik mengenai maksud guru diminta ikut mencicipi makanan. Sudaryono pun kembali memberikan penjelasan.
Baca Juga: Beda Versi Agrinas dan Danantara soal Status Manajer Kopdes
"Jadi yang dimaksud guru itu ikut mencicipi sebetulnya bukan guru ikut mencicipi tapi guru ikut makan MBG-nya. itu bersama dengan siswa-siswinya yang ada di kelas. Maka sebelum dimakan kan tentu saja ya dicek begitu apakah bau, apakah ada kemungkinan basi, apakah omprengnya ada labelnya, apakah waktunya sudah melewati batas, batas waktunya, dan sebagainya," kata Sudaryono.
"Manakala dirasa tidak aman, maka guru kemudian kami minta untuk di-stop, jadi nggak boleh dimakan," sambungnya.
Menurut Sudaryono, makanan MBG sebenarnya sudah melalui pengecekan sebelum sampai ke sekolah. Makanan tersebut disebut telah dimakan oleh chef, asisten lapangan (aslap), dan ahli gizi sebelum dikemas.
Setibanya di sekolah, penanggung jawab atau person in charge (PIC) MBG di sekolah juga dikatakan Sudaryono ikut memakan makanan tersebut sebelum dibagikan ke kelas-kelas.
"Sudah saya sampaikan juga di pertemuan-pertemuan dengan guru, webinar dengan guru yang lain juga, saya sampaikan bahwa 'Oh guru itu tugasnya icip-icip biar nggak keracunan', bukan itu, bukan. Jadi saya sampaikan bahwa makanan yang tersaji sampai dengan sekolah itu sudah, satu, sudah di, sudah dimakan oleh chef-nya ada saat makanannya masak," ucapnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: