Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rantai Pasok Makin Kompleks, Independent Assurance Makin Penting bagi Industri Mineral dan Batubara

Rantai Pasok Makin Kompleks, Independent Assurance Makin Penting bagi Industri Mineral dan Batubara Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perkembangan rantai nilai mineral dan batubara yang semakin kompleks meningkatkan kebutuhan terhadap informasi yang andal mengenai kualitas, kuantitas, hingga pergerakan komoditas.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Coaltrans Asia 2026 dan International Critical Minerals and Metals Summit (ICMMS) Indonesia 2026 yang berlangsung di Bali pada 27-30 September 2026.

Kedua forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam rantai ekonomi mineral dan batubara, mulai dari perusahaan pertambangan, pengolahan, perdagangan, manufaktur, pembiayaan, pemerintah hingga mitra strategis.

Pembahasan mencakup perkembangan rantai pasok, hilirisasi, harga komoditas, ESG, serta penguatan ekosistem mineral dan batubara.

Di tengah perkembangan tersebut, informasi mengenai kualitas dan kuantitas komoditas menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku industri. Data tersebut dibutuhkan dalam berbagai tahapan, mulai dari produksi, pengelolaan, perdagangan hingga pemanfaatan komoditas.

PT Surveyor Indonesia (PTSI) turut hadir dalam kedua forum tersebut dengan membawa kapabilitas independent assurance untuk mendukung kebutuhan industri mineral dan batubara.

Kapabilitas tersebut mencakup pemantauan pergerakan dan penanganan komoditas, pemastian kualitas dan kuantitas, hingga kebutuhan due diligence dan verifikasi ekspor.

PTSI juga membawa sejumlah teknologi untuk mendukung proses pemastian. Salah satunya Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS) yang dapat mendeteksi kandungan unsur logam dalam jumlah sangat kecil.

Teknologi lainnya adalah Laser Scanner yang dapat mengukur dan memetakan objek maupun area secara tiga dimensi dengan ketelitian hingga milimeter. Teknologi ini dapat digunakan untuk mendukung pengukuran stock opname dan kondisi lapangan.

VP Divisi Bisnis Strategis Coal and Mineral PT Surveyor Indonesia Helmy Satria Yudha mengatakan perkembangan industri mineral dan batubara menghadirkan kebutuhan yang semakin beragam, termasuk terhadap informasi mengenai kualitas dan kuantitas komoditas.

"Melalui keterlibatan di Coaltrans Asia dan ICMMS 2026, kami ingin membuka ruang untuk memahami kebutuhan industri sekaligus memperkenalkan kapabilitas assurance yang kami miliki," ujar Helmy.

Dukungan terhadap kebutuhan industri tersebut juga ditopang jaringan laboratorium dan titik pekerjaan PTSI di berbagai wilayah Indonesia.

PTSI memiliki 23 laboratorium yang mendukung pengujian batubara, mineral, lingkungan, pelumas dan berbagai komoditas terkait. Selain itu, terdapat 18 titik pekerjaan mineral dan batubara yang mencakup kegiatan surveyor muat dan bongkar batubara serta nikel ore hingga verifikasi ekspor ferro nikel.

Sebaran tersebut memungkinkan kegiatan pengujian, pemeriksaan dan pemastian dilakukan lebih dekat dengan lokasi aktivitas industri. Dengan demikian, informasi mengenai komoditas dapat diperoleh sesuai kondisi lapangan dan digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan di sepanjang rantai pasok.

Baca Juga: Prabowo Punya Ide Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Respons Bahlil

Selain kualitas dan kuantitas, perkembangan industri mineral dan batubara juga semakin berkaitan dengan isu keberlanjutan. Pengelolaan sumber daya yang berorientasi pada keberlanjutan dinilai penting untuk mendukung pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.

Dalam konteks tersebut, PTSI membawa pendekatan sustainability-oriented added value sebagai bagian dari pengembangan kapabilitas untuk menjawab kebutuhan industri.

Di tengah rantai nilai mineral dan batubara yang semakin kompleks, independent assurance menjadi salah satu bagian yang dapat mendukung keandalan informasi mengenai komoditas. Pemastian terhadap kualitas, kuantitas dan aspek terkait lainnya diharapkan turut mendukung ekosistem industri yang lebih transparan dan terpercaya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: