Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Biaya Melaut Turun, Kapal Listrik PIS Ubah Ekonomi Nelayan Kelan Bali

Biaya Melaut Turun, Kapal Listrik PIS Ubah Ekonomi Nelayan Kelan Bali Kredit Foto: PIS
Warta Ekonomi, Pulau Bali -

Pemanfaatan kapal listrik mulai memberikan perubahan terhadap biaya operasional nelayan di Desa Kelan, Bali. Melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Keluarga Nelayan Lestari (KENALI), PT Pertamina International Shipping (PIS) mendukung penggunaan energi bersih untuk membantu nelayan menekan pengeluaran sekaligus membuka peluang usaha baru.

Salah satu anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tanjung Sari, I Wayan Wirtha, mengatakan penggunaan kapal listrik membuat biaya operasional menjadi lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

“Selain mendapat tambahan penghasilan dari ecotrip, biaya operasional kami juga jauh lebih hemat. Dulu pengeluaran untuk bahan bakar bisa mencapai Rp600.000 per bulan, sekarang sekitar Rp200.000 saja sebagai cadangan,” ujar I Wayan Wirtha.

Berdasarkan perbandingan biaya yang disampaikan tersebut, pengeluaran operasional nelayan turun sekitar 66%.

Melalui Program KENALI, PIS membangun fasilitas pendukung berupa solar charging station dengan panel surya berkapasitas 8,72 kWp. Fasilitas tersebut digunakan untuk mengoperasikan 10 baterai dan lima mesin kapal listrik yang dimanfaatkan oleh nelayan Desa Kelan.

Selain menekan biaya operasional, penggunaan kapal listrik juga membuka peluang pendapatan baru melalui pengembangan wisata susur mangrove atau mangrove ecotrip.

Kapal dengan mesin listrik yang beroperasi lebih senyap memungkinkan nelayan membawa wisatawan menyusuri kawasan mangrove tanpa mengganggu habitat satwa di sekitar kawasan tersebut. Dari kegiatan tersebut, nelayan memperoleh tambahan pendapatan hingga Rp350.000 per perjalanan.

Program ini juga mendorong pengelolaan lingkungan pesisir. Bersama TPS3R Desa Kelan, masyarakat berhasil mengelola 183 kilogram sampah rumah tangga yang sebelumnya berpotensi mencemari kawasan laut.

Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir perlu berjalan bersama dengan upaya menjaga lingkungan.

“PIS meyakini bahwa masa depan masyarakat pesisir dan kesehatan ekosistem laut saling berkaitan. Melalui akses energi yang lebih bersih dan pemberdayaan yang berkelanjutan, kami ingin mendukung masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan lingkungan yang menjadi sumber penghidupan mereka,” ujar Vega.

Selain mendukung aktivitas nelayan, Program KENALI juga menyasar keluarga nelayan melalui pelatihan literasi keuangan dan pendampingan usaha. Program tersebut diberikan kepada istri nelayan untuk membantu pengembangan produk bernilai tambah dari hasil laut.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Menanti Prospek Perundingan AS-Iran

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan dan Distribusi Energi untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional

Salah satu penerima manfaat, Ibu Luh, mengatakan pendampingan tersebut membantu meningkatkan kualitas usaha olahan ikan yang dijalankannya.

“Sekarang saya lebih memahami cara membuat kemasan yang menarik dan memperkuat identitas produk, sehingga usaha yang saya jalankan memiliki nilai jual yang lebih baik,” tuturnya.

Program KENALI merupakan bagian dari upaya PIS dalam mendukung pemanfaatan energi bersih dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui penyediaan fasilitas energi terbarukan serta pengembangan aktivitas ekonomi berbasis lingkungan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra