- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
16,2 Juta Ton Sampah Masuk Laut Tiap Tahun, Edukasi Generasi Pesisir Jadi Kunci
Kredit Foto: PT Pertamina International Shipping
Ancaman sampah laut yang terus meningkat mendorong penguatan edukasi lingkungan bagi generasi muda pesisir. Melalui program Ocean LiteraSEA, sebanyak 61 sekolah pesisir di Indonesia dilibatkan untuk membangun kesadaran siswa dalam menjaga ekosistem laut sejak dini.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 50,6 juta ton. Sekitar 40 persen di antaranya belum terkelola dan berpotensi masuk ke laut. Setiap tahun, sekitar 16,2 juta ton sampah diperkirakan mencemari ekosistem laut Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Inovasi Muda menjalankan Ocean LiteraSEA, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang pendidikan yang menyasar masyarakat pesisir.
Salah satu dampak program terlihat di SD Negeri Sarang Tiung, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Setelah mengikuti program tersebut, siswa mulai menunjukkan perubahan perilaku dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
"Sekarang, malah murid yang saling mengingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan. Mereka berani menegur temannya, bahkan membawa kebiasaan baik ini ke rumah mereka," ujar Ibu Kusriati, guru SDN Sarang Tiung.
Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini mengatakan, menjaga laut tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah yang sudah berada di pesisir. Menurutnya, diperlukan generasi yang memiliki pemahaman, kepedulian, serta kemampuan menciptakan solusi untuk keberlanjutan laut.
"Di sinilah Ocean LiteraSEA hadir, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir, mengenai pentingnya menjaga laut," ujar Restu dalam acara Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 yang berlangsung pekan lalu.
Ia menambahkan, literasi laut juga diarahkan untuk membangun keterampilan dan membuka wawasan siswa terhadap peluang masa depan yang berkaitan dengan sektor kelautan.
“Ocean LiteraSEA kami dorong bukan hanya untuk membuat anak-anak mengetahui tentang laut, tetapi juga agar mereka peduli, mau mengambil aksi, memiliki keterampilan, dan pada akhirnya memahami bahwa laut juga membuka begitu banyak peluang profesi di masa depan.”
Sejak berjalan pada 2023, Ocean LiteraSEA telah menjangkau 61 sekolah pesisir dengan lebih dari 3.600 siswa sebagai penerima manfaat. Program tersebut juga mencatat sejumlah capaian, mulai dari sertifikasi 41 guru, revitalisasi 25 perpustakaan, pengurangan 3,86 ton sampah, hingga pemberian beasiswa kepada 15 pelaut muda.
Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun masyarakat pesisir melalui edukasi dan aksi nyata menjaga laut.
Baca Juga: Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Justru Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
Baca Juga: Dukung Bekasi Kelola Sampah Jadi Listrik, PLN Akan Serap dan Salurkan 223.584 MWh per Tahun
“Ini adalah upaya kami menyiapkan generasi yang akan menjaga laut di masa depan. Generasi yang kelak akan mengambil keputusan, memimpin perubahan, dan menentukan bagaimana laut serta sumber daya alam kita dikelola secara berkelanjutan,” jelas Vega.
Menurut Vega, investasi terhadap generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem maritim.
“Kami berharap anak-anak yang hari ini belajar mengenal laut, membersihkan pesisir, dan berani mengingatkan temannya untuk menjaga lingkungan, adalah pahlawan untuk kelestarian laut Indonesia dan semoga tumbuh menjadi talenta maritim kebanggaan,'' tandasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: