Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Brantas Abipraya Raih Penghargaan Infrastruktur Berdampak, Ini Proyeknya

Brantas Abipraya Raih Penghargaan Infrastruktur Berdampak, Ini Proyeknya Kredit Foto: Brantas Abipraya
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) meraih penghargaan “Excellence in High-Impact Infrastructure Delivery” dalam Prominent Awards 2026 yang digelar Metro TV di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dalam Klaster BUMN dan Anak Usaha BUMN pada ajang yang mengusung tema “Indonesia Berdaya”. Pada penyelenggaraan keempat, Prominent Awards memberikan 33 penghargaan kepada institusi, perusahaan, dan pemimpin dari berbagai sektor.

Bagi Brantas Abipraya, penghargaan tersebut berkaitan dengan kiprah perusahaan dalam mengerjakan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan keberhasilan pembangunan infrastruktur perlu dilihat dari manfaat setelah proyek selesai dan digunakan masyarakat.

“Bagi kami, sebuah karya infrastruktur tidak berhenti ketika konstruksinya selesai. Nilai sebuah proyek juga terlihat dari bagaimana infrastruktur tersebut dapat digunakan, memberikan manfaat, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Prinsip inilah yang terus kami bawa dalam menjalankan berbagai penugasan perusahaan,” ujar Dian.

Salah satu proyek yang disebut perusahaan adalah pembangunan 18 Sekolah Rakyat yang tersebar di Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat 1, Jawa Barat 2, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung.

Di sektor sumber daya air, Brantas Abipraya mengerjakan sejumlah bendungan di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung ketersediaan air baku, irigasi, pengendalian banjir, dan ketahanan pangan.

Beberapa proyek yang disebut antara lain Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Bendungan Kering Cijurey di Jawa Barat, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Semantok di Jawa Timur, dan Bendungan Budong-Budong di Sulawesi Barat.

Perusahaan juga tengah mengerjakan sejumlah bendungan strategis lainnya, termasuk Bendungan Cabean di Blora, Jawa Tengah, dan Bendungan Mbay di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain bendungan, Brantas Abipraya terlibat dalam pembangunan, rehabilitasi, dan modernisasi jaringan irigasi. Bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), perusahaan turut mendukung pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT)yang ditujukan bagi wilayah kering, rawan kekeringan, atau daerah yang tidak terjangkau jaringan irigasi permukaan konvensional.

Di sektor konektivitas, perusahaan menyebut sejumlah proyek jalan yang dikerjakan, termasuk Tol Cisumdawu yang mendukung konektivitas Subang–Sumedang–Bandung hingga Bandara Kertajati serta Jalan Bebas Hambatan IKN Seksi 6B.

Dian mengatakan fungsi infrastruktur tersebut menjadi bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan karena berkaitan dengan aktivitas masyarakat dan ekonomi di wilayah sekitar.

“Bagi kami, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah infrastruktur, tetapi dari manfaat yang hadir setelahnya. Ketika sekolah dapat menjadi ruang belajar yang layak, bendungan menjaga ketersediaan air, mendukung produktivitas pertanian dan konektivitas, di situlah pembangunan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Brantas Abipraya Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko untuk Ekspansi Bisnis

Baca Juga: Hadapi Industri yang Makin Digital, Brantas Abipraya Perkuat Kompetensi SDM

Baca Juga: Brantas Abipraya Segera Pangkas 29 Entitas Usaha jadi Hanya 1 Perusahaan

Menurut Dian, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama insan Brantas Abipraya, mitra kerja, dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam berbagai proyek perusahaan.

“Penghargaan ini mengapresiasi kerja panjang di balik setiap karya. Namun, ukuran keberhasilannya tetap pada manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami akan terus menjaga kualitas dan ketepatan pelaksanaan, sekaligus memastikan setiap infrastruktur yang dibangun mampu menjawab kebutuhan di wilayahnya,” ujar Dian.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri