Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Brantas Abipraya Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko untuk Ekspansi Bisnis

Brantas Abipraya Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko untuk Ekspansi Bisnis Kredit Foto: Brantas Abipraya
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) dengan mengintegrasikan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan ke dalam proses bisnis serta pengambilan keputusan perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan bisnis tetap berjalan dengan pengelolaan risiko yang terukur dan berada dalam koridor tata kelola serta kepatuhan. Brantas Abipraya menilai GRC tidak cukup ditempatkan sebagai fungsi pengawasan maupun pelaporan, tetapi harus menjadi bagian dari proses bisnis sejak awal.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan integrasi GRC diperlukan agar keputusan bisnis dapat dilakukan secara prudent sekaligus tetap mampu merespons dinamika dan peluang di industri konstruksi.

“GRC harus hadir dalam proses bisnis sejak awal. Dengan tata kelola yang kuat, pengelolaan risiko yang terukur, dan kepatuhan yang konsisten, kami ingin memastikan setiap keputusan bisnis tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan nilai dan menjaga keberlanjutan perusahaan ke depan,” ujar Dian.

Menurut dia, penguatan GRC juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Dengan pendekatan tersebut, GRC tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme kontrol, tetapi turut memberikan perspektif dalam menentukan arah dan kualitas keputusan bisnis.

Brantas Abipraya juga menempatkan keterlibatan jajaran pimpinan sebagai bagian penting dalam membangun budaya GRC. Tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan perlu diterapkan secara konsisten di seluruh lini organisasi.

Dian mengatakan perusahaan akan terus meningkatkan maturity GRC melalui proses continuous improvement. Penguatan tersebut diarahkan agar GRC semakin terintegrasi dengan strategi dan proses bisnis serta memberikan kontribusi terhadap penciptaan nilai perusahaan.

“Bagi kami, GRC bukan sekadar memenuhi aspek compliance, tetapi menjadi fondasi dalam mengambil keputusan yang terukur, mengelola risiko, dan menjaga keberlanjutan bisnis,” katanya.

Penerapan tersebut sejalan dengan tema TOP GRC Awards 2026, “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”, yang menekankan integrasi keberlanjutan ke dalam strategi, tata kelola, pengambilan keputusan, manajemen risiko, kepatuhan, proses bisnis, budaya organisasi, serta pemanfaatan data dan teknologi.

Sebagai bentuk pengakuan atas penerapan GRC tersebut, Brantas Abipraya meraih empat penghargaan dalam TOP GRC Awards 2026.

Baca Juga: Hadapi Industri yang Makin Digital, Brantas Abipraya Perkuat Kompetensi SDM

Baca Juga: Brantas Abipraya Segera Pangkas 29 Entitas Usaha jadi Hanya 1 Perusahaan

Baca Juga: Brantas Abipraya Rampungkan SIKL di Malaysia, Siap Tampung 800 Siswa

Penghargaan tersebut terdiri atas TOP GRC Awards 2026 #5 Star untuk Brantas Abipraya, The Most Committed GRC Leader 2026 untuk Direktur Utama Agung Fajawanto, The High Performing Finance & Risk Management Director on GRC 2026 untuk Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Suradi, serta The High Performing Boards of Commissioners on GRC 2026 untuk Dewan Komisaris Brantas Abipraya.

Dian mengatakan penghargaan tersebut bukan menjadi titik akhir, melainkan momentum bagi perusahaan untuk terus memperkuat penerapan GRC.

“Kami melihat penghargaan ini sebagai bagian dari perjalanan untuk terus meningkatkan maturity GRC Brantas Abipraya. Ke depan, kami akan terus mendorong agar GRC semakin terintegrasi dengan strategi dan proses bisnis, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penciptaan nilai perusahaan,” tambahnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri