Pemerintah Siapkan 30.000 Kopdes, Demi Putus Ketergantungan Masyarakat ke Rentenir dan Pinjol
Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah menyiapkan sekitar 30.000 bangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes), yang mencakup gudang, gerai, dan berbagai perlengkapan. Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian MES Ferry Juliantono mengatakan keberadaan Kopdes diharapkan secara bertahap mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir dan pinjaman online (pinjol).
“Masyarakat sekarang banyak terjerat oleh praktik rentenir, pinjaman online, dan lain sebagainya, Insha Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama akan bisa kita atasi sedikit demi sedikit dengan keberadaan dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” ujarnya dalam Puncak Acara Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Ferry, pembangunan fisik Kopdes mencakup gudang, gerai, serta berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas koperasi.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan penilaian terhadap efektivitas Kopdes di lapangan merupakan ranah Kementerian Koperasi sebagai pihak yang menyiapkan program tersebut.
“Ya, pastinya tadi Pak Ferry yang harus menjawab efektivitasnya terkait dengan membangun circular economy ekosistem ini. Kalau kami di OJK pasti men-support. Tapi efektivitas nanti Pak Ferry yang tahu di lapangannya, di perjalanannya seperti apa nanti kita lihat,” ujar Dicky.
Baca Juga: Pengamat Semprot Kopdes Merah Putih: Kalau Manajer Tak Dipilih Anggota, Ini Bukan Koperasi
Dicky mengatakan OJK hingga kini belum melakukan penilaian mengenai tata kelola maupun analisis kredit Kopdes. Menurut dia, aspek tersebut perlu dijelaskan oleh Kementerian Koperasi sebagai pihak yang menyiapkan program.
“Tidak bisa, saya memberikan penilaian tidak seperti itu, nanti susah. Kita tanyanya Pak Ferry yang tentunya selama ini menyiapkan semuanya. Jadi sebaiknya ditanya ke Pak Ferry mengenai koperasi,” katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: