Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kasus MBG di Batang Kian Jadi Sorotan, Reza Sudrajat Singgung Dua Kali Pergantian Pimpinan BGN

Kasus MBG di Batang Kian Jadi Sorotan, Reza Sudrajat Singgung Dua Kali Pergantian Pimpinan BGN Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus dugaan keracunan massal yang diduga terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tengah menjadi sorotan di media sosial.

Sejauh ini total jumlah warga yang terdampak adalah 411 orang berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per Kamis (24/9/2026).

Guru honorer sekaligus anggota Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Reza Sudrajat, menilai jumlah korban yang diduga mengalami keracunan akibat program MBG semakin memprihatinkan.

Ia juga menyoroti fakta bahwa kasus serupa masih terus terjadi meski telah terjadi dua kali pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari Dadan Hindayana, Nanik S. Dayang, hingga kini Sudaryomo.

"Angka keracunan makin memprihatinkan dari hari ke hari. Pergantian pucuk pimpinan BGN dari orang lama ke orang dalam tidak menghasilkan apa apa," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (24/9).

Baca Juga: Ahli Gizi Dorong Menu Lokal Masuk MBG, Petani Daerah Bisa Ikut Kecipratan

Reza kemudian menyampaikan pandangannya terkait evaluasi program MBG.

"Solusi & evaluasi terbaik adalah hentikan MBG. Patuhi Putusan MK nomor 40/PUU-XXIV/2026 & keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan sekarang juga," ujarnya.

Ia juga menyatakan kekecewaan sejumlah kalangan terhadap pelaksanaan program tersebut.

"Masyarakat kami sudah muak, guru guru kami sudah muak. Maka tunggu apalagi..." tandasnya.

Sebagai informasi, hingga Kamis sore, sekitar 200 dari total 411 warga terdampak telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Dari total korban, sebanyak 141 orang merupakan siswa sekolah, 50 orang balita, dan 220 lainnya merupakan orang dewasa, termasuk lansia. Sejumlah orang dewasa dilaporkan ikut terdampak setelah mencicipi sisa makanan MBG yang dibawa pulang oleh anak-anak mereka.

Laporan di lapangan juga menyebutkan adanya sejumlah lansia yang mengalami gejala berat hingga kejang-kejang. Sementara itu, gejala umum yang dialami para korban antara lain mual, pusing, sakit perut, diare, dan lemas.

Baca Juga: Bikin Geleng Kepala, Guru Ini Bongkar Aturan 'Aneh' Pemeriksaan MBG yang Sita Waktu Mengajar

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menyatakan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan darurat di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Kalisari dan RSUD Limpung. Kondisi para korban dilaporkan berangsur membaik.

Menyusul insiden tersebut, BGN menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang. Langkah itu dilakukan untuk keperluan investigasi menyeluruh, termasuk pengujian laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Menu berbahan telur disebut menjadi salah satu sampel yang tengah diperiksa.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya