Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BI Ungkap Alasan Uang Bertanda Tangan Perry-Purbaya Masih Dicetak pada 2026

BI Ungkap Alasan Uang Bertanda Tangan Perry-Purbaya Masih Dicetak pada 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memastikan pencetakan rupiah yang memuat tanda tangan mantan Gubernur BI Perry Warjiyo dan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih berlangsung pada 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan, pencetakan uang dengan tanda tangan pejabat sebelumnya merupakan bagian dari proses pencetakan uang kartal yang dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Cetak uang itu kan hal yang normal. Setiap tahun kita cetak,” kata Destry dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Destry, pencetakan uang tidak dilakukan sekaligus pada awal atau akhir tahun. BI terlebih dahulu menghitung kebutuhan uang kartal, kemudian pencetakan dilakukan dalam beberapa tahap sesuai kebutuhan.

Kebutuhan uang tunai, kata dia, masih tetap ada, terutama di sejumlah daerah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan digital dan jaringan internet.

“Kebutuhan uang kartal itu masih ada,” ujarnya.

Destry mengatakan rencana pencetakan uang dibahas BI bersama pemerintah dengan mempertimbangkan kebutuhan uang beredar serta kebutuhan penerbitan uang kartal dalam periode tertentu. Dari pembahasan tersebut kemudian ditentukan jumlah uang kertas dan uang logam yang perlu dicetak.

Baca Juga: Perbankan Nasional Masih Solid, BI: NPL Berada di Level 2,1%

Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Baca Juga: Kredit Tumbuh 13,6%, BI Kasih Insentif ke Bank yang Genjot Penyaluran

Untuk itu, pencetakan rupiah tidak serta-merta berkaitan dengan pergantian pejabat yang tanda tangannya tercantum pada uang. Uang yang sudah masuk dalam proses pencetakan tetap dapat diterbitkan meskipun pejabat yang tanda tangannya tertera sudah tidak lagi menjabat.

Rupiah yang menjadi perhatian publik tersebut merupakan uang kertas Tahun Emisi (TE) 2022 pecahan Rp100.000. Meski menggunakan desain TE 2022, uang tersebut memiliki tahun cetak 2026 dan masih memuat tanda tangan Perry Warjiyo dan Purbaya Yudhi Sadewa.

Destry menegaskan penerbitan uang dengan tanda tangan pejabat sebelumnya merupakan bagian dari siklus pencetakan rupiah yang normal. Sementara itu, uang dengan tanda tangan pejabat baru akan diterbitkan sesuai kebutuhan dan tahapan pencetakan yang ditetapkan BI.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan