Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Influenza dan ISPA Melonjak dalam Dua Pekan di Kabupaten Bandung

Influenza dan ISPA Melonjak dalam Dua Pekan di Kabupaten Bandung Kredit Foto: Ferry Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung mencatat peningkatan kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam dua pekan terakhir September 2026.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), kasus ILI meningkat 53,3 persen. Sementara itu, kasus ISPA tercatat naik 36,38 persen.

Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Hanhan Siti Hasanah mengatakan, kenaikan tersebut terdeteksi melalui laporan rutin faskes yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung.

Di tengah kekhawatiran mengenai varian flu baru atau yang disebut super flu, Dinkes juga menemukan pasien dengan gejala ILI yang mengarah pada kondisi tersebut. Namun, tidak seluruh pasien dengan gejala ILI menjalani pemeriksaan penunjang.

Karena itu, penanganan saat ini lebih diarahkan pada upaya pencegahan agar peningkatan kasus ILI tidak terus berlanjut.

Dinkes Kabupaten Bandung juga melakukan surveilans terhadap ILI, ISPA, serta penyakit potensial kejadian luar biasa (KLB) lainnya. Namun, tes acak tidak dilakukan karena fasilitas kesehatan di wilayah tersebut bukan merupakan fasilitas kesehatan sentinel untuk ILI.

Pemerintah daerah kini memperkuat edukasi mengenai protokol kesehatan dasar. Masyarakat diminta rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker untuk mencegah penularan.

Hanhan juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik. Menurutnya, penyakit influenza pada dasarnya termasuk self-limiting disease atau penyakit yang dapat membaik seiring meningkatnya daya tahan tubuh.

Kekhawatiran mengenai penumpukan pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga diantisipasi dengan penerapan triase. Pasien dengan kondisi ringan dapat diarahkan untuk menjalani rawat jalan sesuai hasil penilaian awal.

Dari sisi fasilitas pelayanan, Dinkes Kabupaten Bandung menyatakan sarana kesehatan dan ruang rawat inap masih disiapkan untuk menghadapi peningkatan kasus. Masyarakat dapat mengakses 62 puskesmas dan 18 rumah sakit yang memiliki total 2.601 tempat tidur.

Selain fasilitas pelayanan kesehatan, Dinkes juga menyatakan telah menyiapkan obat-obatan pendukung untuk kebutuhan penanganan pasien.

Masyarakat diminta tetap tenang sekaligus memperketat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Warga yang mengalami gejala flu juga dianjurkan membatasi aktivitas dan tetap berada di rumah, serta segera mengakses fasilitas kesehatan apabila kondisi memburuk.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: