Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Menguat di Akhir Pekan, Naik 0,30% ke Level 6.317,44

IHSG Menguat di Akhir Pekan, Naik 0,30% ke Level 6.317,44 Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka bertengger di zona hijau pada perdagangan Jumat (25/9/2026). IHSG menguat 0,30% atau 18,83 poin ke level 6.317,44.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pembukaan indeks bergerak di zona hijau. Meski menguat, tingkatnya mengalami penurunan.

Sebanyak 126 saham berakhir melemah dan 190 saham yang menguat. Adapun 296 saham lainnya ditutup stagnan.

Aktivitas perdagangan saham berlangsung cukup ramai. Total nilai transaksi di BEI mencapai Rp83,1t miliar dengan volume perdagangan sebanyak 231,16 juta lembar saham.

IHSG Diperkirakan Diuji Pada Level 6.186-6.200

Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG kembali menguji level 6.186-6.200 pada perdagangan Jumat (25/9/2026). 

Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen negatif dari pasar global, mulai dari kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury hingga sinyal kebijakan hawkish dari The Fed.

Pada perdagangan Kamis (24/9/2026), indeks di Wall Street ditutup mixed. Pasar masih mencermati kenaikan harga minyak, peningkatan yield US Treasury, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.

Phintraco Sekuritas juga menyoroti isu perdagangan dan kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan menjadi dua topik utama dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. 

"Di sisi lain, negosiator AS dan Iran dilaporkan tengah membahas kemungkinan kesepakatan secara bertahap," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Dari pasar komoditas, harga minyak Brent ditutup menguat 3,4% menjadi US$106 per barel pada Kamis (24/9). Sementara itu, harga emas melemah 0,3% ke level US$4.273 per troy ounce.

Tekanan juga terlihat di pasar obligasi AS. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 10 basis poin ke level 5,223%.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Kembali Uji 6.186-6.200, Tekanan Global Masih Membayangi

Baca Juga: IHSG Rawan Tertekan, Tekanan Global dan Rupiah Jadi Perhatian Investor

"Kenaikan yield dan harga minyak menjadi perhatian pasar karena berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat," ungkap Phintraco Sekuritas.

Dari dalam negeri, jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 8,2% secara tahunan atau year on year (yoy) pada Agustus 2026.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG kembali menguji area 6.186-6.200 pada perdagangan hari ini.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan