Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pernyataan Kepala BNPB ke Prabowo Dikritik Keras: Jangan Normalisasi Bencana!

Pernyataan Kepala BNPB ke Prabowo Dikritik Keras: Jangan Normalisasi Bencana! Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jurnalis sekaligus pegiat media sosial, Ahmad Arif, mengkritik pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, yang melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat tetap berjalan normal meski dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, pernyataan tersebut berbahaya karena dinilai menormalisasi bencana serta mengabaikan dampaknya terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga gangguan pada layanan publik dan transportasi.

"Yang sangat berbahaya dari pernyataan ini bukan sekadar optimisme, tetapi penjilatan yang menormalisasi bencana. Ukuran “kehidupan normal” bukan toko dan rumah makan masih buka. Pertanyaannya, apakah warga masih menghirup udara aman, apakah anak-anak terlindungi, berapa konsentrasi PM2.5, dan berapa banyak layanan publik yang terganggu?" tulisnya di akun X pribadinya, dikutp Jumat (25/9).

Ia menilai pernyataan tersebut berpotensi memberikan gambaran yang tidak utuh mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.

"Ketika asap tebal masih mengganggu penerbangan dan operasi penanganan karhutla, mengatakan “kehidupan masyarakat normal” justru memberi Presiden gambaran palsu tentang situasi di lapangan," imbuhnya.

Lebih lanjut, pejabat negara seharusnya memberikan peringatan atau gambaran kondisi yang sebenarnya kepada pemimpin, bukan membuat seolah-olah seluruh keadaan terkendali. Ia menilai sikap semacam itu berbahaya karena yang dinormalisasi bukan hanya keberadaan asap, melainkan juga kegagalan negara dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana.

Sebelumnya, dalam Rapat Terbatas (Ratas) secara hybrid mengenai penanganan karhutla di Istana Merdeka pada Rabu (23/9/2026), Suharyanto melaporkan kepada Presiden bahwa aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masih berjalan normal.

Baca Juga: BRIN Dorong Deteksi Dini Karhutla Berbasis AI, Desa Jadi Tumpuan Pencegahan

"Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu," ujarnya.

Menurut Suharyanto, dampak kabut asap yang terjadi saat ini terutama dirasakan pada akses transportasi keluar-masuk wilayah, termasuk gangguan terhadap penerbangan komersial dan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya