Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rekam Jejak Kalapas Cibinong Wisnu Hani: Diapresiasi Polri, Kini Diguncang Isu Sel Mewah

Rekam Jejak Kalapas Cibinong Wisnu Hani: Diapresiasi Polri, Kini Diguncang Isu Sel Mewah Kredit Foto: YouTube/LapasKelasIIACibinong
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menjadi sorotan setelah Ombudsman RI menemukan dugaan klaster hunian berfasilitas eksklusif serta celah keamanan di area belakang Lapas Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (23/9/2026).

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto membantah adanya pungutan liar (pungli) maupun praktik pembayaran untuk mendapatkan fasilitas tertentu di dalam lapas. Ia memastikan pengelolaan lapas yang dipimpinnya berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP).

“Alhamdulillah tidak ada di sini (pungli Rp150.000 ribu per bekal). Kalau ada pungli bisa disampaikan langsung dan dibuktikan. Tidak ada,” ujar Wisnu saat ditemui Jumat (25/9/2026).

“Sejauh ini kita sesuai SOP semua,” tambahnya.

Sebelumnya, Ombudsman menemukan sekitar 10 bangunan yang terpisah dari blok hunian utama. Bangunan tersebut disebut memiliki sejumlah fasilitas, antara lain pendingin ruangan (AC), TV LED, kulkas dua pintu, kompor induksi, proyek simulator golf, dan fasilitas kebugaran.

Ombudsman juga mengungkap adanya pengakuan warga binaan mengenai pembayaran sejumlah uang untuk menikmati fasilitas tersebut. Dalam sidak, situasi sempat memanas setelah petugas lapas dinilai mencoba menghalangi tim Ombudsman memeriksa area belakang.

Wisnu memberikan penjelasan terkait keberadaan petugas yang dinilai menghindar atau menghalangi pemeriksaan. Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan jumlah petugas yang sedang melakukan pengawasan terhadap warga binaan.

“Karena kemarin masih jam bekerjanya petugas (petugas lapas yang menghindar), dan juga kurangnya pengawasan pada saat warga binaan sedang bekerja di area ketahanan pangan kita. Karena tiba-tiba masuk sehingga kita ada petugas yang jumlahnya sangat minim,” beber Wisnu.

Ia juga membantah bahwa pihak lapas tidak kooperatif selama pemeriksaan Ombudsman.

“Sejauh ini saya sangat kooperatif dengan Ombudsman,” tutup Wisnu.

Atas temuan tersebut, Ombudsman mendesak kementerian terkait mengevaluasi jajaran struktural Lapas Cibinong, termasuk posisi Kalapas. Investigasi lebih lanjut juga disebut tengah dilakukan oleh tim gabungan internal.

Rekam Jejak Wisnu

Wisnu Hani Putranto lahir pada 3 Oktober 1984 dan memulai karier sebagai PNS di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM pada Desember 2002. Ia kemudian menempuh pendidikan kedinasan di Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP), yang kini menjadi Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip).

Sebelum memimpin Lapas Cibinong, Wisnu pernah dipercaya sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Cilacap, Jawa Tengah. Pada Oktober 2023, ia mengambil alih kepemimpinan Lapas Kelas IIA Cibinong menggantikan Usman Madjid.

Pada awal 2026, Wisnu juga mendeklarasikan gerakan Zero Halinar atau bebas handphone, pungli, dan narkoba di lingkungan lapas.

Selama memimpin Lapas Cibinong, Wisnu tercatat menerima sejumlah penghargaan. Pada Februari 2026, ia memperoleh penghargaan khusus dari Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri atas kerja sama lapas dalam membantu pengungkapan jaringan narkoba yang dikendalikan dari dalam penjara.

Pada Agustus 2025, Wisnu juga menerima Lencana Panca Warsa I dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor atas keterlibatannya dalam pembinaan kegiatan kepramukaan di lingkungan lapas.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus berkomitmen membina Warga Binaan melalui kegiatan kepramukaan. Saya percaya, pembentukan karakter yang positif dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti baris-berbaris hingga keterlibatan dalam pengabdian masyarakat. Ke depan, kami akan terus mengembangkan kegiatan Pramuka sebagai bagian dari proses Pemasyarakatan yang membangun disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan,” kata Wisnu, mengutip laman ditjenpas.go.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri