Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Petani Tabu Lega, Hasil Panen Bisa Terserap di PG Ngadiredjo

Petani Tabu Lega, Hasil Panen Bisa Terserap di PG Ngadiredjo Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Surabaya -

Ismail salah satu petani tebu asal Kediri terlihat resah hatinya dengan hasil panen tabu akan bawa kemana hasil panennya untuk di jual. Namun, keresahan petani tebu ini pudar seketika karena Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo, Kediri, Jawa Timur dibawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) siap menampung hasil budidaya petani tebu untuk musim digiling tahun ini

"Kami sebagai petani tentu merasa lega ketika tebu yang sudah siap panen bisa terserap dan digiling. Dengan adanya kepastian penyerapan seperti ini, kami lebih tenang dalam menjalankan proses panen dan mengirimkan tebu ke pabrik. Harapannya, kerja sama antara petani dan PG Ngadiredjo bisa terus berjalan dengan baik dan semakin mendukung petani tebu,” ujar Isma’il dengan wajah senang.

Menurutnya, tebu yang telah dipanen dapat terserap dan digiling di PG Ngadiredjo dapat terserap untuk diolah menjadi gula sehingga menjadi bagian swasembada gula nasional.

Sementara itu Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menjelaskan, bahwa pelaksanaan tebang Tebu SGN 01 menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat fondasi industri gula melalui peningkatan produktivitas kebun dan kolaborasi bersama petani.

"Tebu SGN 01 merupakan langkah strategis SGN dalam membangun perkebunan tebu yang semakin produktif dan berkelanjutan. Melalui penerapan budidaya yang tepat, pengembangan bibit unggul, dukungan teknologi, serta sinergi bersama petani, kami optimistis dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh ekosistem pergulaan," jelas Mahmudi 

Dikatakan Mahmudi , bahwa Program Tebu SGN 01 Tahun Giling 2025/2026 yang dilaksanakan di wilayah Kediri, Jawa Timur, menunjukkan potensi produktivitas yang menjanjikan dengan target potentesi tebu mencapai 125 ton per hektare, capaian rendemen sebesar 9,5 persen, serta potensi produksi gula sebesar 11,9 ton per hektare.

"Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan petani untuk mewujudkan produktivitas yang lebih tinggi, efisiensi yang lebih baik, serta masa depan industri gula yang semakin kuat," kata Mahmudi

Disisi lain Mahmudi mengungkapkan, bahwa PG Ngadiredjo, dibawah naungan SGN berkomitmen menjaga penyerapan tebu berjalan secara optimal dan mendukung keberlanjutan usaha tani tebu. 

"Sinergi antara pabrik dan petani menjadi bagian penting dalam memperkuat industri gula nasional dan mendukung upaya mewujudkan swasembada gula,"

pungkasnya

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Annisa Nurfitri