Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PSI: Ketika Jokowi Memilih Kami, Ternyata Ada Yang Terganggu-ganggu!

PSI: Ketika Jokowi Memilih Kami, Ternyata Ada Yang Terganggu-ganggu! Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Eks Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusannya tersebut mulai memunculkan gesekan politik baru di Indonesia.

Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali mengungkapkan hal tersebut saat dirinya menyindir pihak yang dinilai terganggu dengan keputusan politik mantan presiden tersebut.

Baca Juga: Ulama Bilang Jokowi Tak Akan Datang ke Sidang Roy Suryo: Keimanan Saya Mengatakan Ijazah Itu Palsu

Ahmad Ali menilai tidak ada alasan bagi pihak tertentu untuk mempersoalkan pilihan Jokowi. Menurutnya, setelah tidak lagi menjadi kader partai sebelumnya, mantan presiden itu memiliki hak penuh menentukan kendaraan politik yang akan dipilih.

"Apakah bukan hak warga negara untuk masuk partai politik? Kenapa ketakutan begitu?" ujar Ahmad Ali, dikutip Senin (28/9/2026).

Ia menyinggung status politikus senior itu setelah diberhentikan dari partai sebelumnya. Menurut dia, kondisi tersebut tidak menghilangkan hak politik Jokowi sebagai warga negara.

"Nah, tapi kemudian dia dipecat. Nah, ketika dia dipecat, dia punya hak politik kan?" kata Ali.

Ia melanjutkan dengan sindiran yang lebih tajam terhadap pihak yang dianggap tidak menerima pilihan dari Jokowi.

"Dia punya hak politik untuk memilih partai politik. Nah, ketika dia milih partai politik kami, ada yang terganggu-ganggu rupanya," tuturnya.

Diketahui Jokowi diketahui secara resmi diberhentikan sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di 4 Desember 2024.

Kini, mantan presiden tersebut secara terbuka menyatakan dirinya menjadi kader PSI. Jokowi bahkan menunjukkan kartu anggota untuk menjawab keraguan mengenai statusnya.

"Itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu. Banyak yang nggak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggota saya ini," tegas Jokowi.

Ia mengatakan pengumuman tersebut sengaja disampaikan agar seluruh struktur partainya mengetahui statusnya sebagai bagian dari partai.

Baca Juga: Pendamping Roy Suryo: Siapapun Jika Bisa Mendatangkan Ijazah Asli Jokowi, Saya Cium Kakinya!

"Bahwa saya, sesungguhnya ini untuk diketahui oleh seluruh jajaran pengurus supaya tahu semuanya. Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI," kata Jokowi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar