Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lamine Yamal Bongkar Masalah Sepakbola Modern: Makin Rapi tapi Kehilangan Kesenangan

Lamine Yamal Bongkar Masalah Sepakbola Modern: Makin Rapi tapi Kehilangan Kesenangan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lamine Yamal punya cara sendiri dalam memandang sepakbola. Di tengah permainan modern yang semakin mengandalkan sistem, struktur, dan efisiensi, bintang muda Barcelona itu justru ingin tetap bermain dengan cara yang membuatnya bersenang-senang.

Yamal melihat sepakbola bukan hanya tentang bagaimana sebuah tim memenangkan pertandingan. Baginya, permainan juga harus memberikan ruang bagi pemain untuk mengambil risiko, menggiring bola, melewati lawan, dan menciptakan momen yang membuat penonton menikmati pertandingan.

Pandangan tersebut menjadi menarik karena Yamal tumbuh sebagai salah satu pemain paling menonjol di generasinya. Ia sudah merasakan kesuksesan besar bersama Spanyol dan Barcelona meski usianya masih sangat muda.

Bersama Spanyol, Yamal menjadi bagian dari tim yang menjuarai Piala Eropa 2024 ketika usianya baru 17 tahun. Dua tahun kemudian, ia kembali merasakan kesuksesan di level internasional setelah mengantarkan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026.

Di level klub, Yamal juga telah mengoleksi berbagai gelar bersama Barcelona. Ia sudah tiga kali meraih trofi LaLiga, sekali memenangkan Copa del Rey, serta dua kali mengangkat Piala Super Spanyol.

Namun, pencapaian tersebut bukan alasan utama Yamal mencintai sepakbola. Ia justru merasa permainan akan kehilangan sesuatu apabila para pemain terlalu terobsesi dengan hasil akhir dan statistik individu.

“Masalahnya adalah, saya menyukai sepakbola. Saya tak bermain demi uang, saya bermain sepakbola karena saya mencintainya. Para pemain yang terobsesi dengan gol-gol atau asis-asis tak akan menikmati,” kata Yamal dalam wawancara dengan The Guardian sebelum pertandingan melawan Inggris.

Baca Juga: 3 Pemain Diragukan Tampil, Timnas Indonesia Siapkan Rotasi Lawan Malaysia

Yamal mengaku menikmati sepakbola ketika dirinya bisa melakukan hal-hal sederhana yang membuat permainan terasa menyenangkan. Menggiring bola, memainkan satu atau dua sentuhan, hingga memberikan kesempatan kepada rekan setim untuk mencetak gol menjadi bagian dari kesenangan tersebut.

“Saya bermain untuk kesenangannya: menggiring bola, bermain satu sentuhan, dua sentuhan, membuat rekan setim yang belum pernah mencetak gol bikin gol. Buat kegembiraan para penggemar. Untuk mendengar 'ole' dari mereka. Saya bermain untuk itu. Saya menikmatinya,” ujar Yamal.

Cara bermain tersebut membuat Yamal tidak ragu mengambil risiko ketika menguasai bola. Ia berani mencoba melewati satu, dua, bahkan tiga pemain lawan meski kehilangan bola menjadi konsekuensi yang mungkin terjadi.

Bagi Yamal, keberanian tersebut justru menjadi bagian dari sepakbola yang membuatnya jatuh cinta pada permainan. Ia tidak ingin setiap keputusan di lapangan hanya ditentukan oleh keharusan menjaga penguasaan bola atau mengejar angka dalam statistik.

Kecintaan terhadap permainan bebas itu juga tidak terlepas dari masa kecil Yamal di Rocafonda. Sepakbola jalanan di lingkungan tersebut menjadi tempat dirinya belajar menikmati bola tanpa terlalu banyak batasan.

Sementara itu, pemahaman mengenai taktik dan struktur permainan didapatkannya ketika menimba ilmu di akademi La Masia. Dua pengalaman tersebut kemudian membentuk karakter Yamal sebagai pemain yang memahami sistem, tetapi tetap berani menunjukkan kreativitas.

Pandangan Yamal menjadi refleksi dari perubahan sepakbola modern yang semakin terorganisasi. Ketika banyak pemain dituntut membuat keputusan seefisien mungkin, ia justru ingin mempertahankan sisi spontan yang membuat sepakbola menarik untuk ditonton.

“Saya pulang dan bilang 'Saya bersenang-senang'. Kalau setiap pemain melakukannya, kita akan jauh lebih menikmati sepakbola ini,” kata Yamal.

Bagi Yamal, sepakbola pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak gol yang dicetak atau trofi yang diangkat. Permainan juga tentang keberanian mencoba sesuatu, membuat rekan setim dan suporter tersenyum, serta pulang ke rumah dengan perasaan bahwa dirinya benar-benar menikmati sepakbola.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: